Ketika Kekerasan Menguji Komitmen Demokrasi
OlehProf. Dr. Prudensius MaringKEKERASAN terhadap individu yang menyuarakan kritik publik hampir tidak pernah dipahami masyarakat sebagai p
OPINI
TEL AVIV -Setelah 12 hari konflik udara intensif, Israel dan Iran akhirnya mencapai kesepakatan gencatan senjata.
Namun, fokus Israel kini kembali diarahkan ke Jalur Gaza, dalam upaya memulangkan para sandera dan membubarkan pemerintahan Hamas yang didukung Teheran.
Kepala Staf Militer Israel, Letnan Jenderal Eyal Zamir, menyatakan bahwa kampanye militernya terhadap Iran belum sepenuhnya berakhir, melainkan memasuki fase baru. "Sekarang fokusnya beralih kembali ke Gaza -- untuk memulangkan para sandera dan membubarkan rezim Hamas," kata Zamir dalam pernyataannya, dikutip dari Anadolu Agency.
Sebelumnya, gencatan senjata Israel-Iran mulai berlaku sejak Selasa (24/6), yang secara mengejutkan diumumkan oleh Presiden AS Donald Trump. Gencatan ini mengakhiri ketegangan udara antara kedua negara, yang dipicu oleh konflik regional berkepanjangan.
Zamir mengklaim bahwa rentetan serangan udara Israel telah menghambat program nuklir dan rudal Iran selama beberapa tahun terakhir. Namun demikian, ancaman nyata menurutnya tetap datang dari Hamas di Jalur Gaza.
Konflik Israel dan Hamas sendiri telah berlangsung sejak Oktober 2023, dimulai dari serangan mendadak Hamas ke wilayah Israel.
Sejak itu, militer Israel menggencarkan serangan balasan brutal ke Gaza, yang menurut Kementerian Kesehatan Gaza telah menewaskan sedikitnya 56.077 orang, mayoritas warga sipil.
Saat ini, militer Israel menyatakan masih ada sekitar 49 sandera yang ditahan oleh Hamas, dengan 27 di antaranya diyakini telah tewas. Pemulangan para sandera ini dijadikan alasan utama untuk melanjutkan operasi militer di kawasan tersebut.
Situasi di Gaza kini memburuk menjadi krisis kemanusiaan. Blokade total yang diberlakukan Israel sejak Maret 2025 hanya mulai dilonggarkan pada akhir Mei, namun jutaan warga masih terancam kelaparan.
Sementara itu, Mahkamah Pidana Internasional (ICC) telah menerbitkan surat perintah penangkapan terhadap Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan mantan Menteri Pertahanan Yoav Gallant atas dugaan kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan.
Israel juga tengah menghadapi kasus genosida di Mahkamah Internasional atas tindakannya di Gaza.*
(d/j006)
OlehProf. Dr. Prudensius MaringKEKERASAN terhadap individu yang menyuarakan kritik publik hampir tidak pernah dipahami masyarakat sebagai p
OPINI
MEDAN Kepolisian menggelar prarekonstruksi kasus penemuan mayat wanita berinisial RS, 19 tahun, yang ditemukan di dalam boks di Kota Med
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Partai Gerindra mewantiwanti masyarakat agar mengawasi penyelewengan BBM subsidi, khususnya solar. Partai ini menyiapkan hadiah
NASIONAL
ACEH UTARA Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah mendampingi Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Republik Indonesia, Djamari Chania
PEMERINTAHAN
ACEH Pemerintah Aceh melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan menggelar Operasi Pasar Tanggap Inflasi Aceh di lima kabupaten/kota, ya
EKONOMI
BATAM Kejaksaan Negeri Kejaksaan Negeri Batam mengajukan banding atas putusan majelis hakim dalam perkara penyelundupan narkotika jenis
HUKUM DAN KRIMINAL
PADANGSIDIMPUAN Wali Kota Padangsidimpuan Letnan Dalimunthe memimpin rapat monitoring dan evaluasi perdana Program Makanan Bergizi Grati
PEMERINTAHAN
PADANGSIDIMPUAN Kapolres Wira Prayatna memimpin langsung pengecekan kesiapan Pos Pengamanan (Pospam) dan Pos Pelayanan (Posyan) menjelan
NASIONAL
JAKARTA Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, Bambang Soesatyo, menilai wacana menjadikan Komisi Pemilihan Umum (KPU) sebagai cabang
HUKUM DAN KRIMINAL
NEW YORK Presiden Amerika Serikat Donald Trump memberi sinyal bahwa perang antara Amerika Serikat dan Israel melawan Iran bisa segera ber
INTERNASIONAL