BREAKING NEWS
Selasa, 30 Juni 2026

Tepung atau Racun? Gaza Geger Temuan Pil Narkoba dalam Bantuan Kemanusiaan

Adelia Syafitri - Minggu, 29 Juni 2025 17:37 WIB
Tepung atau Racun? Gaza Geger Temuan Pil Narkoba dalam Bantuan Kemanusiaan
Temuan pil oxycodone dalam tepung bantuan makanan di Gaza. (foto: ist)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

GAZA— Di tengah krisis kemanusiaan yang terus memburuk di Gaza, muncul skandal mengejutkan yang semakin memperparah penderitaan warga.

Otoritas setempat mengumumkan ditemukannya pil narkotika berjenis oxycodone di dalam karung-karung tepung bantuan yang dikirim melalui jalur distribusi tanpa pengawasan internasional.

Penemuan ini diumumkan secara resmi oleh kantor media pemerintah Gaza, dan disebut sebagai ancaman serius terhadap keselamatan dan ketahanan sosial masyarakat.

Pil-pil tersebut diketahui berasal dari karung tepung yang masuk melalui jalur bantuan dari jaringan yang disebut berafiliasi dengan Amerika Serikat.

"Kami menemukan pil-pil narkotika di dalam karung tepung yang dikirimkan melalui jalur bantuan yang tidak diawasi oleh badan internasional," demikian pernyataan otoritas Gaza yang dikutip dari Anadolu Agency.

Oxycodone adalah obat penghilang rasa sakit berkekuatan tinggi yang umumnya digunakan untuk pasien kanker.

Dalam konteks non-medis, penggunaan obat ini sangat berbahaya karena dapat menimbulkan efek samping serius seperti gangguan pernapasan, halusinasi, hingga ketergantungan akut.

Belum ada informasi resmi mengenai bagaimana obat-obatan tersebut bisa masuk ke dalam karung bantuan.

Namun, pejabat pemerintah lokal menduga ada skema sistematis untuk melemahkan ketahanan sosial masyarakat Gaza melalui jalur kemanusiaan.

"Ini adalah upaya sistematis untuk menghancurkan daya tahan sosial dan psikologis masyarakat kami," tegas seorang pejabat lokal.

Skandal ini memicu kepanikan setelah sejumlah warga membagikan video dan foto yang menunjukkan pil-pil mencurigakan dalam karung bantuan.

Banyak dari mereka yang selama ini mengandalkan bantuan kemanusiaan kini dilanda ketakutan dan ketidakpercayaan terhadap setiap paket yang diterima.

Omar Hamad, seorang apoteker Palestina, menyebut kejadian ini sebagai bentuk genosida tersembunyi.

"Bahkan terungkap bahwa obat tersebut tidak hanya disembunyikan di dalam kantong tepung, tapi tepungnya sendiri tampaknya telah dicampur dengan zat aditif itu," ujar Hamad melalui unggahan di platform X.

Senada, Dokter Khalil Mazen Abu Nada menegaskan bahwa kejadian ini bukanlah kebetulan.

"Ini adalah alat untuk melenyapkan kesadaran sosial kami," ucapnya dengan nada penuh keprihatinan.

Merespons kejadian ini, Komite Anti-Narkoba Gaza mengeluarkan peringatan kepada masyarakat untuk tidak mengonsumsi produk bantuan yang mencurigakan atau berbau tidak lazim.

Pemerintah juga telah mempercepat proses pemeriksaan ulang terhadap seluruh stok bantuan yang telah tersebar, terutama di kamp-kamp pengungsian.

Sementara itu, tenaga medis dan relawan memperluas kampanye penyuluhan untuk mengenalkan bahaya oxycodone serta gejala yang perlu diwaspadai masyarakat.

Pihak Gaza Humanitarian Foundation (GHF), yang disebut sebagai jaringan distribusi bantuan asal Amerika, hingga kini belum memberikan pernyataan resmi.

Pejabat Gaza mendesak agar distribusi bantuan dikembalikan sepenuhnya ke tangan lembaga internasional seperti PBB (UNRWA), demi menjamin keamanan dan kredibilitas proses penyaluran bantuan.

"Bantuan semacam ini tidak hanya tidak aman, tapi juga berpotensi memicu krisis sosial tambahan. Kami tidak akan tinggal diam," tegas juru bicara Kementerian Dalam Negeri Gaza.

Insiden ini memperpanjang daftar penderitaan rakyat Gaza, sekaligus menjadi peringatan bahwa dalam konflik yang tak kunjung usai, bahkan jalur kemanusiaan pun dapat dijadikan alat penindasan yang tak kasat mata.*

(wh/a008)

Editor
: Adelia Syafitri
0 komentar
Tags
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru