Panpel Pastikan Stadion Teladan Medan Venue Piala AFF U-19 2026 Tanpa Penonton
MEDAN Ketua Panitia Pelaksana (Panpel) Piala AFF U19 Sumut, Andi Atmoko Panggabean memastikan, Stadion Teladan Medan digunakan sebagai sa
OLAHRAGA
JAKARTA -Dalam rangka memperingati Hari Antikorupsi Sedunia (Hakordia) 2024, Polri menggelar acara khusus di STIK-PTIK, Jakarta, pada Senin (9/12). Acara ini ditandai dengan peluncuran dua buku pendidikan antikorupsi yang bertujuan membangun kesadaran publik akan pentingnya pemberantasan korupsi.
Kedua buku yang diluncurkan adalah “Pendidikan Antikorupsi Transdisiplin” dan “Buku Orang Baik Belajar Antikorupsi (BOBA)”. Buku-buku ini disusun oleh Satgassus Pencegahan Tindak Pidana Korupsi (Tipidkor) Polri, yang dipimpin oleh Kasatgassus Tipidkor Herry Muryanto.
Dalam sambutannya, Herry Muryanto menekankan bahwa korupsi tetap menjadi tantangan utama yang menghambat kemajuan bangsa. Menurutnya, pendidikan antikorupsi adalah langkah strategis untuk membangun generasi yang memahami bahaya korupsi sekaligus memiliki keberanian untuk melawannya.
“Pendidikan antikorupsi bukan sekadar transfer ilmu, tetapi sebuah proses transformasi nilai. Ini bertujuan untuk menciptakan generasi yang tidak hanya memahami dampak korupsi tetapi juga memiliki keberanian untuk melawan praktik-praktik koruptif,” kata Herry.
Namun, ia juga mengingatkan bahwa penerbitan buku ini hanyalah langkah awal. Tantangan selanjutnya adalah memastikan nilai-nilai yang disampaikan dalam buku dapat diimplementasikan secara efektif dalam kehidupan sehari-hari.
Herry menambahkan, harapan besar Polri adalah agar buku ini menjadi panduan dalam memasukkan nilai-nilai antikorupsi ke dalam kurikulum pendidikan, mulai dari tingkat dasar hingga perguruan tinggi.
“Kita harus memastikan bahwa materi yang dihadirkan dapat diimplementasikan secara efektif, terutama dalam dunia pendidikan. Harapan kita adalah agar nilai-nilai ini menjadi bagian integral dari kurikulum pendidikan nasional,” ujarnya.
Herry menegaskan bahwa korupsi adalah musuh bersama yang harus diberantas dengan segala daya dan upaya.
“Buku ini adalah salah satu senjata dalam perjuangan panjang melawan korupsi. Namun, hasil akhirnya bergantung pada komitmen kita semua untuk berperan aktif membangun Indonesia yang lebih bersih dan transparan,” tuturnya.
Selain peluncuran buku, dalam kesempatan yang sama, Polri juga memperkenalkan Korps Pemberantasan (Kortas) Tipidkor sebagai bagian dari upaya memperkuat pemberantasan korupsi di Indonesia.
Acara Hakordia ini diharapkan menjadi momentum bagi Polri dan masyarakat untuk memperkuat tekad bersama menciptakan Indonesia yang bebas korupsi demi masa depan yang lebih baik bagi generasi penerus bangsa.
(N/014)
MEDAN Ketua Panitia Pelaksana (Panpel) Piala AFF U19 Sumut, Andi Atmoko Panggabean memastikan, Stadion Teladan Medan digunakan sebagai sa
OLAHRAGA
MEDAN Sebanyak 23 tim skuad Thailand yang akan berlaga pada Piala AFF U19/ASEAN U19 Boys Championship 2026, 114 Juni 2026, menjalani se
OLAHRAGA
JAKARTA Pemerintah resmi memulai masa transisi kebijakan ekspor satu pintu untuk sejumlah komoditas sumber daya alam strategis melalui P
EKONOMI
JAKARTA Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) menyoroti pembentukan PT Danantara Sumber Daya Indonesia (PT DSI) sebagai eksportir tunggal komodi
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Ketua Umum Projo, Budi Arie Setiadi, menyatakan rencana Presiden ke7 RI Joko Widodo untuk berkeliling Indonesia mulai Juni 2026
POLITIK
JAKARTA Ulama kharismatik Indonesia, Said Aqil Siroj, mengingatkan pentingnya menjaga diri dari dorongan hawa nafsu yang dinilai menjadi
AGAMA
JAKARTA Menteri Ketenagakerjaan Yassierli menegaskan bahwa peserta Program Magang Nasional atau MagangHub dapat memperoleh sertifikasi k
NASIONAL
BANDA ACEH Wakil Gubernur Aceh, Fadhlullah, membantu proses pemulangan jenazah seorang warga Kabupaten Pidie yang meninggal dunia di Mal
NASIONAL
JAKARTA Badan Gizi Nasional (BGN) menyatakan jumlah dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang telah lolos verifikasi secara nasional
NASIONAL
JAKARTA Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sony Sonjaya, menegaskan bahwa Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak hanya ditujukan
NASIONAL