BREAKING NEWS
Senin, 25 Mei 2026

Paus-Paus Raksasa Terdampar Usai Tsunami Hantam Pesisir Jepang, Warga Diminta Tetap Waspada

Raman Krisna - Rabu, 30 Juli 2025 13:18 WIB
Paus-Paus Raksasa Terdampar Usai Tsunami Hantam Pesisir Jepang, Warga Diminta Tetap Waspada
Terlihat beberapa ekor paus terdampar di sepanjang pantai kota Tateyama, Prefektur Chiba, Jepang, pada Rabu (30/7/2025). (foto: tangkapan layar ig dailyhourly)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

TATEYAMA – Beberapa ekor paus berukuran besar dilaporkan terdampar di sepanjang pantai kota Tateyama, Prefektur Chiba, Jepang, pada Rabu (30/7/2025), usai gelombang tsunami menghantam wilayah tersebut.

Kejadian ini menyusul gempa bumi dahsyat bermagnitudo 8,7 yang mengguncang lepas pantai Timur Jauh Rusia.

Tayangan dari stasiun televisi lokal memperlihatkan setidaknya empat ekor paus besar terdampar di perairan dangkal, tak jauh dari garis pantai.

Paus-paus itu tampak terdiam, terombang-ambing gelombang laut yang datang dan pergi, memicu keprihatinan masyarakat dan otoritas setempat.

Menurut pakar kelautan, fenomena terdamparnya paus usai tsunami bukan hal yang sepenuhnya baru.

Arus laut yang berubah drastis secara mendadak dapat mengganggu orientasi paus, membuat mereka terseret ke perairan dangkal.

"Di kedalaman laut, paus cenderung aman dari dampak tsunami. Namun ketika mendekati pantai, gelombang yang kuat dan air yang surut secara tiba-tiba bisa menyebabkan mereka tersesat dan terjebak," demikian keterangan dari ahli kelautan Jepang yang dikutip oleh media NHK.

Sebelumnya, Badan Meteorologi Jepang (JMA) telah melaporkan bahwa gelombang tsunami setinggi 50 sentimeter tercatat menerjang Pelabuhan Ishinomaki di Prefektur Miyagi—gelombang tertinggi yang terdeteksi sejauh ini.

Selain itu, 16 lokasi lainnya juga melaporkan gelombang dengan ketinggian bervariasi antara 30 hingga 40 sentimeter di sepanjang pesisir Pasifik, mulai dari Hokkaido hingga wilayah timur laut Tokyo.

Peringatan evakuasi telah dikeluarkan otoritas Jepang bagi warga di wilayah pesisir yang berisiko.

Dalam imbauannya, JMA menyebut gelombang tsunami kemungkinan akan datang berulang kali dan dapat meningkat kekuatannya.

"Segera evakuasi dari wilayah pesisir dan tepi sungai ke dataran tinggi atau tempat aman. Jangan kembali ke rumah sebelum peringatan resmi dicabut," tegas pernyataan resmi JMA.

Hingga kini, belum ada laporan kerusakan besar akibat tsunami, namun warga diminta tetap waspada.

Otoritas lokal, bersama tim penyelamat dan relawan, juga tengah berupaya melakukan penanganan terhadap paus-paus yang terdampar.

Fenomena ini mengingatkan kembali pada pentingnya kesiapsiagaan terhadap bencana alam di wilayah rawan gempa dan tsunami seperti Jepang.

Masyarakat diimbau untuk terus mengikuti informasi dari sumber resmi dan tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi.*

(d/a008)

Editor
: Raman Krisna
0 komentar
Tags
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru