BREAKING NEWS
Jumat, 17 April 2026

AS Tawarkan Hingga Rp1,6 Miliar Per Warga Demi ‘Beli’ Greenland, PM Nielsen: Cukup Sudah!

Adelia Syafitri - Jumat, 09 Januari 2026 22:15 WIB
AS Tawarkan Hingga Rp1,6 Miliar Per Warga Demi ‘Beli’ Greenland, PM Nielsen: Cukup Sudah!
Greenland. (foto: taadmagazine/ig)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA – Pemerintah Amerika Serikat dikabarkan menawarkan insentif hingga USD 100 ribu atau setara Rp 1,6 miliar per warga Greenland untuk mendorong mereka bergabung dengan AS.

Rencana ini diungkapkan oleh beberapa sumber yang mengetahui pembahasan internal Gedung Putih, sebagaimana dilaporkan Reuters, Jumat (9/1/2026).

Meskipun rincian pembayaran belum pasti, termasuk mekanisme dan waktu penyaluran, beberapa pejabat AS disebut telah membahas kisaran angka mulai dari USD 10 ribu hingga USD 100 ribu per orang.

Baca Juga:

Dengan total sekitar 57.000 penduduk Greenland, skema ini diperkirakan menelan anggaran hampir USD 6 miliar atau setara Rp 101 triliun.

"Cukup sudah… Tidak ada lagi fantasi tentang aneksasi," tegas Perdana Menteri Greenland, Jens-Frederik Nielsen, menanggapi wacana pembelian pulau Arktik tersebut.

Greenland merupakan wilayah otonomi Kerajaan Denmark, dan pemerintah Denmark serta Greenland menegaskan pulau tersebut tidak untuk dijual.

Menurut laporan, rencana ini merupakan bagian dari strategi AS untuk mengamankan kawasan strategis Arktik, termasuk kepentingan mineral dan potensi militer.

Namun, upaya tersebut berisiko dianggap transaksional dan merendahkan aspirasi kemerdekaan warga Greenland.

Langkah AS mendapat sorotan internasional. Enam negara anggota NATO, Prancis, Jerman, Italia, Polandia, Spanyol, dan Inggris, bersama Denmark menyerukan penghormatan terhadap kedaulatan Greenland.

Pernyataan bersama menegaskan, "Greenland adalah milik rakyatnya. Hanya Denmark dan Greenland yang berhak memutuskan hal-hal yang menyangkut Greenland."

Selain itu, Menteri Luar Negeri negara-negara Nordik, Denmark, Finlandia, Islandia, Norwegia, dan Swedia, menegaskan komitmen menjaga keamanan dan stabilitas kawasan Arktik.

Mereka menekankan kerja sama kolektif dengan sekutu NATO, termasuk AS, sesuai Piagam PBB dan perjanjian pertahanan 1951 antara AS dan Denmark.

Editor
: Abyadi Siregar
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Luhut Ajak Investor China Terus Tanam Modal di Indonesia: “Jangan Pernah Ragu”
Gaspol! Klaim Saldo DANA Gratis Rp122.000 Lewat Game Hello Words Malam Ini
Bendahara UPTD Gunung Tua Akui Terima Uang dari Kirun Sejak 2023, Atas Perintah Rasuli
Puluhan Kader PDIP Medan Tolak Pelantikan Boydo-Fuad sebagai Sekretaris dan Bendahara DPC, Desak Konfercab Ulang
Luhut: Investasi China Mulai Memberi Dampak Positif bagi Indonesia
Ini Daftar Tujuh Orang yang Dilaporkan Roy Suryo ke Polda Metro
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru