BREAKING NEWS
Sabtu, 07 Maret 2026

Demonstrasi Memanas! Mata Uang Iran Anjlok, 1 Rial Kini Hanya Rp 0,40

Adelia Syafitri - Kamis, 15 Januari 2026 08:49 WIB
Demonstrasi Memanas! Mata Uang Iran Anjlok, 1 Rial Kini Hanya Rp 0,40
Rial, mata uang Iran. (foto: Ist/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

TEHERAN – Nilai mata uang Iran, rial, terus merosot di tengah gelombang demonstrasi yang telah berlangsung lebih dari dua pekan.

Pada Rabu (14/1/2026), rial kini menembus level 1,4 juta per dolar AS di pasar terbuka, mencatatkan rekor terendah sepanjang sejarah.

Jika dikonversikan ke rupiah Indonesia, 1 rial hanya setara Rp 0,40, sehingga 100.000 rial baru bernilai sekitar Rp 40.000.

Baca Juga:

Depresiasi ini mencerminkan tekanan ekonomi yang sangat berat bagi warga Iran.

Inflasi Kronis dan Harga Barang Melonjak
Badan Pusat Statistik Iran mencatat tingkat inflasi tahunan mencapai 43 persen selama delapan tahun terakhir.

Akibatnya, daya beli masyarakat merosot hingga 94 persen, harga barang dan jasa meningkat lebih dari 17 kali lipat.

Tekanan inflasi juga tercermin pada harga emas.

Sejak 2018 hingga 2026, harga emas 18 karat melonjak dari 1.387.000 rial (Rp 556.773) menjadi 160.550.000 rial (Rp 64 juta), atau naik lebih dari 115 kali lipat.

Sanksi Internasional Memperparah Krisis
Runtuhnya nilai rial tidak terlepas dari kombinasi sanksi internasional, inflasi kronis, dan isolasi diplomatik.

Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) kembali memberlakukan sanksi sejak September 2025, mencakup embargo senjata, pembatasan program rudal balistik, pembekuan aset tertentu, dan larangan perjalanan.

Uni Eropa juga ikut menjatuhkan sanksi tambahan terkait hak asasi manusia dan suplai drone ke Rusia.

Rial Melemah, Demonstrasi Meluas
Depresiasi mata uang memicu demonstrasi besar-besaran di sejumlah kota. Warga Iran mengeluhkan kenaikan biaya hidup yang drastis.

Editor
: Adelia Syafitri
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Menkes Ungkap Angka Kematian Ibu dan Bayi Masih Tinggi, Jadi Tantangan Menuju Indonesia Emas 2045
Pilkada Tak Langsung dan Krisis Fungsi Partai Politik dalam Demokrasi
Kredit Produktif Jadi Fokus 2026, Bank Lampung Didorong Mendukung UMKM dan Desa
Usai Tinjau IKN, Prabowo Pastikan Pembangunan Menuju Ibu Kota Politik 2028 Tetap Lancar
UMKM dan Investasi Meningkat, Bobby Nasution Ciptakan Iklim Ekonomi Sumut Kondusif
Pemprov Bali Siapkan Penyertaan Modal ke BPD Bali, Perkuat UMKM dan Layanan Keuangan
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru