BREAKING NEWS
Kamis, 12 Maret 2026

Amerika Serikat Resmi Keluar dari WHO, Pakar Khawatir Sistem Kesehatan Global Melemah

Abyadi Siregar - Sabtu, 24 Januari 2026 15:26 WIB
Amerika Serikat Resmi Keluar dari WHO, Pakar Khawatir Sistem Kesehatan Global Melemah
Presiden Amerika Serikat Donald Trump. (foto: tangkapan layar yt The White House)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

Sejumlah saksi melaporkan bendera Amerika Serikat telah diturunkan dari depan kantor pusat WHO di Jenewa pada Kamis, 22 Januari 2026.

Dalam beberapa pekan terakhir, pemerintahan Trump juga menarik diri dari sejumlah badan PBB lainnya.

Sejumlah pengamat menilai langkah tersebut, termasuk pembentukan inisiatif Board of Peace oleh Trump, berpotensi melemahkan peran multilateralisme dan sistem PBB secara keseluruhan.

Meski demikian, dokumen usulan yang ditinjau pemerintahan Trump pada tahun lalu justru merekomendasikan agar Amerika Serikat mendorong reformasi dan memperkuat kepemimpinan AS di dalam tubuh WHO, bukan keluar sepenuhnya.

Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus sebelumnya telah mendesak agar keputusan tersebut ditinjau ulang.

WHO juga menyatakan Amerika Serikat belum membayar iuran untuk tahun 2024 dan 2025.

Isu penarikan diri AS dijadwalkan dibahas dalam rapat dewan eksekutif WHO pada Februari mendatang.

"Ini merupakan pelanggaran jelas terhadap hukum AS. Namun Trump sangat mungkin lolos dari konsekuensi," ujar Lawrence Gostin, Direktur Pendiri O'Neill Institute for Global Health Law Universitas Georgetown.

Ketua Gates Foundation Bill Gates mengatakan kepada Reuters di Davos bahwa kecil kemungkinan Amerika Serikat akan mengubah keputusan tersebut dalam waktu dekat.

"Kami tetap akan mendorong AS untuk kembali bergabung. Dunia membutuhkan WHO," ujar Gates.

Keputusan penarikan Amerika Serikat memicu krisis keuangan di tubuh WHO.

Organisasi tersebut terpaksa memangkas sekitar separuh tim manajemen dan mengurangi skala operasional, termasuk rencana pemotongan sekitar seperempat jumlah pegawai hingga pertengahan tahun ini.

Editor
: Adelia Syafitri
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Menlu Jelaskan Alasan Presiden Prabowo Bawa Indonesia Bergabung dalam Board of Peace untuk Gaza
Denpasar Tingkatkan Keselamatan Kerja, Disnaker Bali Gelar Riksa Uji K3 di Laboratorium Kerthi Sadhajiwa
Spanyol Tolak Bergabung Dewan Perdamaian Bentukan Trump: Tidak Melibatkan Palestina?
Prabowo di WEF Swiss: Program MBG Capai 60 Juta Penerima, Ciptakan 1,5 Juta Lapangan Kerja
Mutasi, Pemberhentian, dan Reformasi: Purbaya Bersihkan DJP dari Pegawai Penyimpang
Kades Sampali Diperiksa Polda Sumut Terkait Sengketa Lahan Proyek TPS3R, Rp329 Juta
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru