BREAKING NEWS
Selasa, 21 April 2026

Selat Hormuz Kembali Panas! Kapal Tanker Dihantam Peluru, Pasokan Energi Dunia Terancam

Abyadi Siregar - Senin, 02 Maret 2026 16:07 WIB
Selat Hormuz Kembali Panas! Kapal Tanker Dihantam Peluru, Pasokan Energi Dunia Terancam
Sebuah kapal tanker minyak ditembak saat melintasi perairan Selat Hormuz tersebut pada Minggu (1/3/2026). (foto: @BullTheoryio/X)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

Pada titik tersempitnya, lebar selat hanya 33 kilometer, dengan jalur pelayaran sekitar 3 kilometer untuk masing-masing arah, menjadikan lalu lintas padat dan sangat rentan.

Posisi Iran di pantai utara memberi Teheran kendali signifikan atas jalur-jalur ekspor minyak dan gas.

Setiap gangguan dapat memengaruhi ekspor energi dari negara-negara OPEC seperti Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Kuwait, dan Irak, serta ekspor LNG dari Qatar.

Menurut data Vortexa, sekitar 20 juta barel minyak mentah, kondensat, dan bahan bakar melewati Selat Hormuz setiap hari, dengan 82 persen ditujukan ke konsumen di Asia.

Insiden penembakan dan tenggelamnya kapal tanker di Selat Hormuz diperkirakan akan menimbulkan gejolak harga energi global.

Pasar internasional kini menyoroti ketegangan yang meningkat dan potensi gangguan pasokan minyak dan gas dari kawasan Teluk.

Sementara itu, komunitas internasional menunggu konfirmasi identitas kapal dan langkah-langkah diplomatik yang akan diambil oleh negara-negara terkait untuk menstabilkan situasi.*


(sr/ad)

Editor
: Adam
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Target PLTN Pertama Beroperasi 2032, Wakil Ketua MPR: Energi Nuklir Kunci Ketahanan Energi dan Dekarbonisasi Indonesia
PT Pertamina Hulu Mahakam Operasikan Platform WPS-5, Produksi Gas Baru Capai Puluhan Juta Kaki Kubik per Hari
Inggris Bersikap Hati-hati: Izinkan AS Aksi Defensif, Tolak Serangan Langsung ke Iran
Ketegangan Meningkat: Serangan Iran Hantam Kapal Tanker di Jalur Strategis
Rumah Duka Menteng Dipenuhi Pelayat, Jenazah Try Sutrisno Disambut Tokoh Nasional
Pasar Saham Tertekan! IHSG Turun 1,88 Persen di Tengah Isu Timur Tengah
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru