Pernyataan itu disampaikannya dalam wawancara dengan Fox News Radio, program The Brian Kilmeade, Jumat (13/3/2026).
"Setelah ini berakhir, dan saya rasa tidak akan lama lagi ini, situasinya akan kembali memburuk dengan cepat," kata Trump ketika ditanya mengenai kapan konflik akan rampung.
Aksi itu menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, beserta keluarga dan sejumlah pejabat keamanan tinggi Iran.
Total korban tewas saat ini dilaporkan mencapai lebih dari 1.300 orang, termasuk anak-anak dan perempuan.
Tak lama setelah serangan, Iran membalas dengan menargetkan Israel dan pangkalan militer AS di Timur Tengah.
Intensitas serangan meningkat ketika Khamenei dinyatakan meninggal dunia, dan Iran menutup jalur perdagangan minyak strategis Selat Hormuz.
Trump menyebut serangan udara terbaru AS ke markas militer Iran di Pulau Kharg, dekat Selat Hormuz, sebagai salah satu yang paling dahsyat dalam sejarah Timur Tengah.
Menurutnya, serangan tersebut sengaja menghindari infrastruktur minyak Iran.
Namun, Trump memperingatkan bahwa jika Iran dan sekutunya mengganggu kapal-kapal yang melintasi Selat Hormuz, AS mempertimbangkan untuk menghancurkan fasilitas minyak Teheran.