2 Prajurit TNI Tak Jadi Dipecat di Kasus Penyiraman Air Keras Andrie Yunus, Ini Alasan Hakim
JAKARTA Majelis Hakim Pengadilan Militer Tinggi II06 Jakarta membatalkan pidana tambahan berupa pemecatan terhadap dua anggota Badan In
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA – DPR RI menyoroti isu perjanjian akses wilayah udara Indonesia oleh militer Amerika Serikat (AS). Wakil Ketua Komisi I DPR RI Sukamta menegaskan bahwa setiap kerja sama pertahanan harus tetap mengedepankan prinsip kedaulatan negara.
Sukamta mengingatkan pentingnya kehati-hatian dalam menyikapi isu strategis tersebut. Ia meminta publik tidak terburu-buru menarik kesimpulan sebelum adanya penjelasan resmi dari pemerintah.
"Namun terlepas dari itu, kami memegang teguh prinsip bahwa kepentingan nasional dan kedaulatan negara harus menjadi prioritas utama dalam setiap kebijakan," ujar Sukamta dalam keterangannya, Rabu (15/4/2026).Baca Juga:
Ia menegaskan, Indonesia terbuka terhadap kerja sama pertahanan dengan berbagai negara, termasuk Amerika Serikat. Namun, kerja sama tersebut harus tetap berada dalam koridor kepentingan nasional dan tidak mengganggu prinsip politik luar negeri bebas aktif.
Menurutnya, DPR memiliki fungsi pengawasan terhadap kebijakan pertahanan dan hubungan luar negeri. Karena itu, setiap perjanjian strategis yang berdampak pada kedaulatan negara harus melalui mekanisme konsultasi dengan DPR.
"Seluruh kerja sama harus menghormati prinsip kedaulatan serta tidak mengganggu kebijakan politik luar negeri bebas aktif," tegasnya.
Sukamta juga menyoroti bahwa ruang udara Indonesia merupakan bagian tak terpisahkan dari kedaulatan negara. Oleh sebab itu, setiap aktivitas penerbangan asing, khususnya yang bersifat militer, wajib melalui prosedur ketat seperti diplomatic clearance dan security clearance.
Ia menegaskan tidak ada dasar hukum yang memperbolehkan pemberian akses bebas tanpa batas kepada pihak asing di wilayah udara Indonesia.
Isu ini mencuat setelah beredarnya dokumen yang disebut berasal dari Departemen Pertahanan AS terkait rencana pemberian akses lintasan udara menyeluruh bagi pesawat militer AS di wilayah Indonesia.
Dokumen tersebut dikaitkan dengan pertemuan antara Prabowo Subianto dan Presiden AS Donald Trump di Washington beberapa waktu lalu, yang disebut-sebut berkaitan dengan strategi militer di kawasan Indo-Pasifik.
Sukamta menilai transparansi pemerintah sangat penting untuk menjaga kepercayaan publik sekaligus menghindari kesalahpahaman, baik di dalam negeri maupun di tingkat internasional.
"Pemerintah diharapkan dapat memberikan penjelasan yang utuh, proporsional, dan berbasis fakta," tutupnya.*
JAKARTA Majelis Hakim Pengadilan Militer Tinggi II06 Jakarta membatalkan pidana tambahan berupa pemecatan terhadap dua anggota Badan In
HUKUM DAN KRIMINAL
SERANG Warga di pesisir Pantai Cinangka, Kabupaten Serang, Banten, masih merasakan getaran dan suara gemuruh dari aktivitas Gunung Anak
PERISTIWA
JAKARTA Koalisi Masyarakat Sipil untuk Reformasi Sektor Keamanan mendesak Mahkamah Agung (MA) dan Komisi Yudisial (KY) memeriksa seluruh
HUKUM DAN KRIMINAL
NEPAL Tim penyelamat di Nepal berhasil menyelamatkan dua orang yang bertahan hidup setelah banjir bandang dahsyat menerjang wilayah ters
INTERNASIONAL
MEDAN Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Medan menanggapi keluhan orang tua pasien anak yang viral setelah disebut tidak mendapatkan kamar di
KESEHATAN
OlehDwi Munthaha HAMPIR dua tahun setelah meninggalkan kursi kepresidenan, Joko Widodo (Jokowi) ternyata belum benarbenar meninggalkan pan
OPINI
JAKARTA Kredit Usaha Rakyat (KUR) 2026 kembali menjadi salah satu alternatif pembiayaan yang dapat dimanfaatkan pelaku Usaha Mikro, Keci
EKONOMI
ACEH UTARA Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Aceh Utara memulai pembangunan Gedung Dakwah Muhammadiyah di Krueng Mane, Aceh Utara, Sabt
NASIONAL
BADUNG Sejumlah tokoh spiritual, Sulinggih, tokoh adat, dan berbagai elemen masyarakat di Bali berkumpul untuk menggagas pembangunan fas
NASIONAL
JAKARTA Pemerintah berencana melakukan uji coba penyaluran bantuan sosial (bansos) dalam bentuk transfer tunai langsung pada kuartal II
EKONOMI