Pemulihan Pascabencana Sumatera Dikebut hingga 2028, Infrastruktur Masuk Prioritas Utama
JAKARTA Pemerintah menyiapkan rencana induk (renduk) rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana untuk wilayah Aceh, Sumatera Utara, dan
NASIONAL
JAKARTA - Rivalitas antara Amerika Serikat dan Tiongkok dinilai harus dimanfaatkan Indonesia sebagai momentum untuk memperkuat ketahanan energi nasional dan mengurangi ketergantungan terhadap pasokan luar negeri.
Guru Besar Hubungan Internasional Universitas Gadjah Mada, Poppy Sulistyaning Winanti, menilai sikap Indonesia yang terlalu berhati-hati dalam menyikapi persaingan Washington dan Beijing justru membuat posisi diplomasi Indonesia terlihat kurang tegas.
"Kecenderungannya adalah berhati-hati dalam artian tidak ingin kelihatan berpihak ke salah satu. Tapi itu juga membuat posisi pemerintah kita sering kali menjadi agak tidak jelas," kata Poppy, Jumat (15/5/2026).Baca Juga:
Menurutnya, ketidakpastian global akibat rivalitas dua negara adidaya tersebut, termasuk potensi gangguan rantai pasok energi dari Timur Tengah, harus menjadi alarm bagi Indonesia untuk mempercepat kemandirian energi nasional.
Poppy menilai pertemuan Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Presiden Tiongkok Xi Jinping di Beijing pekan ini menjadi momentum penting bagi Indonesia untuk mempercepat transisi energi.
"Ini mestinya jadi momentum yang lebih serius untuk mengembangkan renewable energy dan transisi energi yang lebih hijau," ujarnya.
Ia menegaskan langkah tersebut diperlukan untuk mengurangi tingkat ketergantungan Indonesia terhadap energi impor yang selama ini masih cukup besar.
Selain mempercepat pengembangan energi baru terbarukan, pemerintah juga dinilai perlu melakukan diversifikasi sumber pasokan energi dengan memperluas kerja sama dagang ke negara lain di luar pemasok utama saat ini.
Menurut Poppy, setiap gejolak harga dan distribusi energi global akan berdampak langsung terhadap kondisi ekonomi nasional hingga daya beli masyarakat.
Karena itu, penguatan ketahanan energi disebut menjadi salah satu langkah strategis yang harus diprioritaskan pemerintah di tengah meningkatnya tensi geopolitik dunia.*
(mt/dh)
JAKARTA Pemerintah menyiapkan rencana induk (renduk) rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana untuk wilayah Aceh, Sumatera Utara, dan
NASIONAL
JAKARTA Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menerima kunjungan Direktur Jenderal Rosatom Rusia, Alexey Likhachev, di Gedung BJ Habib
SAINS DAN TEKNOLOGI
ACEH BESAR Anggota Koperasi Merah Putih Syariah Gampong Lam Lumpu bersama masyarakat, pengurus, dan unsur TNI melaksanakan kegiatan gotong
EKONOMI
NGANJUK Presiden Prabowo Subianto menanggapi kekhawatiran sebagian pihak terkait menguatnya nilai tukar dolar Amerika Serikat terhadap rup
EKONOMI
NGANJUK Presiden Prabowo Subianto menyebut sejumlah komoditas pangan dan pupuk Indonesia kini banyak diminati negara lain di tengah gejola
EKONOMI
MEDAN Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kota Medan mencatat sebanyak 1.017 warga Medan telah bekerja ke luar negeri sepanjang periode Janua
EKONOMI
NGANJUK Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa Presiden pertama RI Soekarno atau Bung Karno bukanlah milik satu partai politik tertent
NASIONAL
NGANJUK Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan meresmikan lebih dari seribu Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih yang tersebar di seluru
EKONOMI
JAKARTA Anggota Komisi VIII DPR RI Dini Rahmania mendorong pemerintah memperkuat gerakan literasi digital secara masif hingga ke lingkunga
NASIONAL
NGANJUK Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa peristiwa pembunuhan aktivis buruh Marsinah seharusnya tidak pernah terjadi di Indonesi
NASIONAL