Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung
Kasus tersebut menyebabkan hasil ujian dibatalkan dan pemerintah memutuskan menggelar ujian ulang.
Kebijakan itu berdampak terhadap sekitar 2 juta anak muda yang mengikuti seleksi tersebut.
Para demonstran menilai pemerintah harus bertanggung jawab karena kebocoran soal tersebut merugikan jutaan calon mahasiswa yang telah mempersiapkan diri untuk mengikuti ujian.
Salah satu tuntutan utama massa adalah meminta Menteri Pendidikan Dharmendra Pradhan mundur dari jabatannya sebagai bentuk pertanggungjawaban.
Cockroach Janta Party (CJP) menyatakan seluruh tuntutan utama para demonstran telah diterima pemerintah India.
"Seluruh tuntutan kami telah diterima," kata Juru Bicara CJP Ashutosh Ranka, dikutip dari BBC, Sabtu (25/7/2026).
Perwakilan Partai Kecoak sebelumnya telah melakukan pertemuan dengan sejumlah menteri federal India untuk menyampaikan aspirasi para pengunjuk rasa.
Selain meminta pengunduran diri Menteri Pendidikan, massa juga menuntut kompensasi sebesar 10 juta rupee atau USD 103.554 bagi keluarga korban yang diduga melakukan bunuh diri akibat kasus kebocoran soal ujian.
Mereka juga meminta agar tidak ada tindakan hukum terhadap peserta aksi yang ikut menyuarakan protes.
Setelah pemerintah menerima sejumlah tuntutan tersebut, CJP menyatakan menghentikan aksi protes secara damai.
"Kami meminta para pengunjuk rasa untuk menghentikan aksi protes secara damai dan segera," kata Ranka.
Dharmendra Pradhan menyampaikan keputusan mundur melalui unggahan di media sosial X.
Tags
beritaTerkait
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.