BREAKING NEWS
Minggu, 26 Juli 2026

Ribuan Demonstran Bersorak! Menteri Pendidikan India Mundur usai Skandal Kebocoran Soal Ujian Rugikan 2 Juta Peserta

Johan - Sabtu, 25 Juli 2026 20:54 WIB
Ribuan Demonstran Bersorak! Menteri Pendidikan India Mundur usai Skandal Kebocoran Soal Ujian Rugikan 2 Juta Peserta
Ribuan demonstran merayakan kemenangan usai Menteri Pendidikan India Dharmendra Pradhan resmi mengundurkan diri. (foto: @PTI_News/x)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

NEW DELHIMenteri Pendidikan India Dharmendra Pradhan resmi mengundurkan diri dari jabatannya setelah gelombang aksi protes besar-besaran yang digerakkan oleh kelompok pemuda terkait skandal kebocoran soal ujian masuk perguruan tinggi.

Pengunduran diri tersebut menjadi sorotan karena dianggap sebagai kemenangan bagi ribuan demonstran yang selama beberapa hari terakhir menggelar aksi di berbagai wilayah India, terutama di kawasan Jantar Mantar, New Delhi.

Suasana perayaan langsung terlihat setelah kabar mundurnya Pradhan menyebar.

Baca Juga:

Ribuan pengunjuk rasa yang berkumpul di pusat aksi terlihat bersorak dan menari sebagai bentuk kemenangan atas tuntutan mereka.

"Kita berhasil," ujar pendiri Cockroach Janta Party (CJP) atau Partai Kecoak, Abhijeet Dipke, yang menjadi salah satu tokoh penggerak aksi tersebut.

Gelombang demonstrasi ini menjadi salah satu aksi protes terbesar di India dalam beberapa tahun terakhir.

Aksi tersebut menjadi tekanan besar bagi pemerintahan Perdana Menteri India Narendra Modi.

Dukungan dari sejumlah politisi oposisi terhadap gerakan mahasiswa juga semakin memperkuat tuntutan agar pemerintah bertanggung jawab atas persoalan kebocoran soal ujian.

Situasi di lapangan sempat memanas setelah aparat keamanan menggunakan gas air mata untuk membubarkan massa yang melakukan aksi di New Delhi.

Pemandangan demonstrasi besar yang melibatkan ribuan anak muda serta tindakan aparat dalam mengendalikan massa memicu perhatian dan kritik dari masyarakat.

Pihak berwenang sebelumnya menyatakan langkah tersebut dilakukan untuk menjaga ketertiban dan memastikan aksi berjalan sesuai aturan hukum.

Aksi protes bermula dari kasus kebocoran soal ujian masuk perguruan tinggi kedokteran bergengsi di India pada Mei 2026.

Kasus tersebut menyebabkan hasil ujian dibatalkan dan pemerintah memutuskan menggelar ujian ulang.

Kebijakan itu berdampak terhadap sekitar 2 juta anak muda yang mengikuti seleksi tersebut.

Para demonstran menilai pemerintah harus bertanggung jawab karena kebocoran soal tersebut merugikan jutaan calon mahasiswa yang telah mempersiapkan diri untuk mengikuti ujian.

Salah satu tuntutan utama massa adalah meminta Menteri Pendidikan Dharmendra Pradhan mundur dari jabatannya sebagai bentuk pertanggungjawaban.

Cockroach Janta Party (CJP) menyatakan seluruh tuntutan utama para demonstran telah diterima pemerintah India.

"Seluruh tuntutan kami telah diterima," kata Juru Bicara CJP Ashutosh Ranka, dikutip dari BBC, Sabtu (25/7/2026).

Perwakilan Partai Kecoak sebelumnya telah melakukan pertemuan dengan sejumlah menteri federal India untuk menyampaikan aspirasi para pengunjuk rasa.

Selain meminta pengunduran diri Menteri Pendidikan, massa juga menuntut kompensasi sebesar 10 juta rupee atau USD 103.554 bagi keluarga korban yang diduga melakukan bunuh diri akibat kasus kebocoran soal ujian.

Mereka juga meminta agar tidak ada tindakan hukum terhadap peserta aksi yang ikut menyuarakan protes.

Setelah pemerintah menerima sejumlah tuntutan tersebut, CJP menyatakan menghentikan aksi protes secara damai.

"Kami meminta para pengunjuk rasa untuk menghentikan aksi protes secara damai dan segera," kata Ranka.

Dharmendra Pradhan menyampaikan keputusan mundur melalui unggahan di media sosial X.

Dalam pernyataannya, ia mengatakan pengunduran diri dilakukan agar situasi yang terjadi tidak dimanfaatkan oleh pihak-pihak yang dianggap ingin mengganggu stabilitas negara.

"Mempertimbangkan situasi yang telah terjadi di Jantar Mantar dan di seluruh negeri, agar kekuatan anti-nasional tidak mengambil keuntungan dari situasi ini ... saya telah mengirimkan surat pengunduran diri saya kepada Perdana Menteri," tulis Pradhan dalam unggahannya di X.

Pradhan juga menyatakan menghormati aspirasi dan harapan generasi muda India.

"Saya sangat menghormati aspirasi, perasaan, dan harapan yang sah dari kaum muda negara ini," imbuhnya.

Selain persoalan kebocoran ujian, aksi tersebut juga mencerminkan keresahan yang lebih luas di kalangan anak muda India.

Demonstran menyoroti persoalan lapangan kerja, dugaan korupsi, serta tuntutan agar pemerintah lebih bertanggung jawab terhadap kebijakan publik.

Sebelum pengunduran diri Menteri Pendidikan diumumkan, pemerintah India juga sempat membatasi akses internet dan sejumlah layanan transportasi di wilayah tertentu untuk mengendalikan situasi.

Namun, tekanan publik akhirnya membuat pemerintah mengambil langkah untuk merespons tuntutan para pengunjuk rasa.* (cnd/ad)

Editor
: Dharma
0 komentar
Tags
beritaTerkait
PB IMBI-SU Desak Pemberantasan Narkoba di Langkat Dilakukan Tanpa Tebang Pilih: Jangan Hanya Fokus Satu Lokasi!
GM FKPPI Sumut Apresiasi Sat Narkoba Polres Binjai Ungkap 16 Kasus Narkoba dalam Sebulan
Pemko Medan Cek Warga Tinggal di Rumah Kardus Bantaran Sungai Deli, Ternyata Punya Rumah di Marelan
KKSU 2026 Resmi Dibuka, Bobby Nasution Dorong UMKM Sumut Tembus Pasar Global dan Tarik Investor
Nommensen Festival 2026: Ketika Hiburan Lebih Diutamakan daripada Pendidikan dan Penelitian
Harga Beras Terus Naik Meski Stok Bulog Capai Rekor Tertinggi, Ini Penyebabnya
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru