BREAKING NEWS
Kamis, 15 Oktober 2026

Anggota Parlemen Malaysia Usul ASEAN Layangkan Protes Diplomatik ke Indonesia Soal Kabut Asap

Administrator - Kamis, 15 Oktober 2026 10:34 WIB
Anggota Parlemen Malaysia Usul ASEAN Layangkan Protes Diplomatik ke Indonesia Soal Kabut Asap
Anggota parlemen Malaysia Syed Saddiq Syed Abdul Rahman. (Foto: kosmo)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

"Kita tidak boleh munafik. Jika perusahaan kita terlibat, jangan takut. Ambil tindakan terhadap perusahaan kita juga," katanya.

Dia turut mengusulkan agar Malaysia memiliki aturan serupa dengan Transboundary Haze Pollution Act milik Singapura. Aturan tersebut menjadi salah satu rujukan dalam upaya meminta pertanggungjawaban perusahaan atas pencemaran kabut asap lintas batas.

Kabut Asap Ganggu Kesehatan hingga Pendidikan

Seruan Syed Saddiq muncul ketika kualitas udara di sejumlah wilayah Asia Tenggara dilaporkan memburuk akibat asap dari kebakaran hutan.

Di Singapura, konsentrasi PM2.5 dalam pengukuran satu jam mencapai 284 mikrogram per meter kubik di wilayah barat pada Rabu (14/10/2026). Menurut laporan sumber, angka tersebut menjadi yang tertinggi sepanjang tahun ini dan masuk kategori sangat tinggi dalam pemantauan saat itu.

Sementara itu, Timor Leste menangguhkan kegiatan belajar tatap muka selama tiga hari mulai Kamis (15/10/2026) akibat kontaminasi partikel polutan dari kebakaran hutan di wilayah atau negara tetangga.

Pemerintah Timor Leste tidak menyebut Indonesia secara langsung. Namun, negara tersebut berbagi pulau dengan wilayah Nusa Tenggara Timur di Indonesia, yang juga melaporkan sejumlah titik panas.

Syed Saddiq menilai kabut asap tidak hanya berdampak terhadap kesehatan dan pariwisata, tetapi juga mengganggu pendidikan. Penutupan sekolah dapat semakin membebani anak-anak dari keluarga berpenghasilan rendah yang memiliki keterbatasan perangkat digital dan akses internet untuk belajar jarak jauh.

Indonesia Kerahkan Puluhan Ribu Personel

Di Indonesia, kebakaran hutan dan lahan dilaporkan memicu penurunan kualitas udara di beberapa wilayah. Berdasarkan laporan Reuters yang dikutip dalam sumber, musim kebakaran pada 2026 disebut sebagai yang terparah dalam 11 tahun, dipengaruhi kondisi cuaca kering akibat El Nino.

Di Kalimantan Tengah, indeks standar pencemar udara (ISPU) dilaporkan melampaui angka 1.200 pada Rabu (14/10/2026), berdasarkan data Kementerian Lingkungan Hidup. Angka tersebut jauh di atas ambang 300 yang masuk kategori berbahaya dalam indeks tersebut.

Presiden Prabowo Subianto disebut telah memerintahkan penambahan sumber daya untuk menangani karhutla. Pemerintah Indonesia mengerahkan lebih dari 69.000 personel pemadam kebakaran, meningkat dari sekitar 44.000 personel pada pertengahan September.

Para menteri luar negeri negara-negara ASEAN dijadwalkan membahas persoalan kabut asap lintas batas dalam pertemuan bulan depan.

Pembahasan tersebut menjadi salah satu forum untuk membicarakan dampak kabut asap terhadap negara-negara di kawasan. Namun, usulan tekanan diplomatik dan finansial yang disampaikan Syed Saddiq masih berupa pendapat yang perlu dibedakan dari keputusan resmi pemerintah maupun kesepakatan ASEAN.* (k/dh)

Editor
: Administrator
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Yayasan Jaga Riau Indonesia Desak Kapolda dan Gubernur Kerahkan Seluruh Kekuatan Padamkan Karhutla
Medan Alami Penurunan Muka Tanah 33 Milimeter per Tahun, Ini Hasil Penelitian Internasional
Bikin Bangga! Pesepak Bola Muda Batu Bara Antar Timnas Putri Indonesia U-17 Lolos ke Piala Asia 2027
Bupati Asahan Evaluasi Program MBG, 81 SPPG Diminta Jaga Kualitas dan Keamanan Makanan
Bareskrim Sikat 9 Perusahaan Sawit Jadi Tersangka Karhutla, 25 Ribu Hektare Lahan Hangus
Ubah Sampah Jadi Cuan! Rully Chairul Azwar Buka Potensi Bisnis Termal Hingga Bahan Bakar Semen
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru