BREAKING NEWS
Jumat, 13 Maret 2026

Ketua Komisi I DPRK Banda Aceh Soroti Lonjakan Kasus HIV/AIDS: “Ini Situasi Darurat”

T.Jamaluddin - Selasa, 12 Agustus 2025 09:10 WIB
Ketua Komisi I DPRK Banda Aceh Soroti Lonjakan Kasus HIV/AIDS: “Ini Situasi Darurat”
Wakil Ketua Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Kota (DPRK) Banda Aceh, Aiyub Bukhari. (foto: T. Jamaluddin/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

BANDA ACEH — Wakil Ketua Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Kota (DPRK) Banda Aceh, Aiyub Bukhari, menyampaikan keprihatinannya terhadap peningkatan jumlah kasus HIV/AIDS di Kota Banda Aceh sepanjang tahun 2025.

Menurutnya, lonjakan kasus ini menjadi sinyal darurat yang perlu segera ditangani secara komprehensif oleh semua pihak.

Pernyataan ini disampaikan Aiyub saat menghadiri rapat pembahasan anggaran bersama mitra kerja di kantor DPRK Banda Aceh, Senin (11/8/2025).

"Saya sangat prihatin terhadap peningkatan kasus HIV/AIDS, khususnya di Banda Aceh. Angka yang ditemukan cukup mengkhawatirkan dan perlu mendapat perhatian serius," ujar Aiyub.

Ia menjelaskan, berdasarkan informasi yang beredar di sejumlah media, Provinsi Aceh kini berada dalam kondisi darurat HIV/AIDS.

Kota Banda Aceh menjadi pusat perhatian karena tingginya jumlah kasus yang tercatat, bahkan banyak pasien dari wilayah kabupaten/kota lain datang berobat ke Banda Aceh.

Dalam upayanya mendorong solusi konkret, Aiyub mengajak seluruh elemen masyarakat, khususnya generasi muda Kota Banda Aceh, untuk ikut berperan aktif dalam mencegah penyebaran virus mematikan ini.

"Kesadaran kolektif sangat dibutuhkan. Peran anak muda penting, namun orang tua juga diharapkan dapat menjadi bagian dari upaya penyelamatan Banda Aceh dari ancaman HIV/AIDS," ujarnya.

Ia juga menggarisbawahi pentingnya sinergi antara pemerintah daerah, masyarakat, sektor swasta, media, dan lembaga sosial agar bersama-sama membangun langkah preventif dan edukatif yang berkelanjutan.

Lebih lanjut, Aiyub Bukhari mengajak para pemuka agama dan ulama untuk ambil bagian dalam upaya pencegahan dan penyuluhan kepada masyarakat.

Menurutnya, pendekatan religius yang menyentuh aspek moral dan spiritual masyarakat dapat menjadi pilar penting dalam menekan penyebaran HIV/AIDS.

"Kami mengharapkan dukungan aktif dari para ulama untuk bersinergi dengan pemerintah kota dan masyarakat sipil dalam memberikan edukasi serta mencegah stigma yang masih kerap melekat pada isu ini," tambahnya.

Editor
: Adelia Syafitri
0 komentar
Tags
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru