BMKG Peringatkan Potensi Banjir Rob Selama Periode Lebaran 2026
JAKARTA Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperingatkan masyarakat di wilayah pesisir Indonesia waspada terhadap pot
NASIONAL
JAKARTA - Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyoroti tiga insiden keracunan pangan yang terjadi di Kabupaten Bandung Barat. Total 1.315 anak dilaporkan keracunan di Kecamatan Cipongkor, Neglasari, Desa Sirnagalih, Sarinagen, hingga Cihampelas. Sebagian besar telah dinyatakan sembuh, sementara lima anak masih menjalani perawatan medis.
Menurut Menkes, lebih dari 60 persen korban mengalami mual dan pusing, sementara lebih dari 20 persen lainnya mengeluhkan sesak napas dan muntah. Ia menjelaskan secara medis, penyebab keracunan terbagi menjadi tiga kategori: infeksi bakteri, virus, dan zat kimia.
"Pemerintah akan rutin mengambil sampel serta menyiapkan reagen untuk mempercepat deteksi penyebab bakteri pemicu keracunan MBG. Ini penting agar kita tahu langkah perawatan yang tepat," ujar Menkes saat rapat kerja bersama Komisi IX DPR RI, Rabu (1/10/2025).Baca Juga:
Ia menambahkan, laboratorium di tingkat kabupaten dan kota siap melakukan penelitian mikrobiologis dan toksikologi untuk mendeteksi bakteri atau virus penyebab keracunan.
Beberapa bakteri yang kerap menjadi pemicu keracunan pangan antara lain:
Salmonella: Ditemukan pada daging, telur mentah, dan susu yang tidak dipasteurisasi. Gejala meliputi demam, sakit kepala, nyeri otot, lemas, dan gangguan pencernaan.
Escherichia Coli: Ditemukan pada produk hewani mentah atau kurang matang. Gejalanya lebih berat, termasuk kejang perut, muntah, demam, hingga kencing berdarah.
Bacillus cereus: Sering ditemukan pada nasi, pasta, kentang, dan makanan bertepung yang tidak disimpan dengan benar. Gejala meliputi mual, diare, dan kejang perut.
Staphylococcus: Bisa muncul pada daging kambing atau susu mentah, menyebabkan mual, muntah, sakit perut, dan diare.
Bakteri lainnya: Clostridium perfringens, Listeria monocytogenes, Campylobacter jejuni, Shigella.
Selain itu, keracunan juga bisa disebabkan senyawa kimia seperti nitrit pada sayur dan buah atau histamin pada ikan dan makanan fermentasi. Gejalanya meliputi ruam, gatal, pusing, keringat berlebih, dan rasa terbakar di mulut.
Menkes menegaskan pentingnya deteksi dini dan penanganan tepat agar kasus keracunan pangan tidak kembali terjadi di kemudian hari.*
JAKARTA Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperingatkan masyarakat di wilayah pesisir Indonesia waspada terhadap pot
NASIONAL
REJANG LEBONG Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menyoroti dugaan praktik ijon proyek yang melibatkan Bupati Rejang Lebong, Muha
HUKUM DAN KRIMINAL
BANDA ACEH Empat Tahun Buron, Terpidana Kasus Cabul Akhirnya Ditangkap Kejati Aceh. Tim Tangkap Buronan (Tabur) Kejaksaan Tinggi Aceh ber
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjadwalkan pemanggilan mantan Menteri Agama, Yaqut Cholil Qoumas, terkait kasus dugaan korup
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Calon Anggota Dewan Komisioner (ADK) Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Agus Sugiarto, memaparkan tujuh masalah mendasar yang masih di
EKONOMI
JAKARTA Pemerintah memastikan tidak memberikan diskon tarif tol pada puncak arus mudik Lebaran 2026. Kebijakan ini dimaksudkan untuk meng
NASIONAL
JAKARTA Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menetapkan pihak PT Statika Mitra Sarana (SMS) sebagai tersangka dalam kasus dugaan s
HUKUM DAN KRIMINAL
MEDAN Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution, mengungkapkan rencananya untuk melaksanakan Salat Idulfitri 2026 di luar Kota Medan. Loka
NASIONAL
JAKARTA Jaksa Penuntut Umum (JPU) Muhammad Arfian menyampaikan permohonan maaf secara terbuka di hadapan Komisi III DPR RI, Rabu (11/3/2
NASIONAL
JAKARTA Menteri Dalam Negeri, Muhammad Tito Karnavian, menegaskan pemerintah daerah wajib memasukkan program pembatasan akses media sosi
PEMERINTAHAN