Saat ditanya alasan ketidakhadiran dr. Hendrik, ia menyebutkan bahwa dokter tersebut sedang sakit dan akan digantikan oleh dr. Alfian.
Namun ketika ditanya kepastian jam kedatangan dokter pengganti, jawaban yang diberikan justru mengecewakan. "Tunggu saja," jawabnya singkat, tanpa bisa memastikan jam kedatangan dokter pengganti.
Situasi ini memunculkan pertanyaan serius di tengah masyarakat terkait disiplin jam kerja PNS, khususnya tenaga medis di fasilitas kesehatan daerah.
"Kalau PNS di kantor pemerintahan ada jam masuk yang jelas, lalu bagaimana dengan dokter PNS di rumah sakit? Apakah boleh masuk sesuka hati?" kritik Yadi.
RSUD HJ Zulkarnain sendiri selama ini telah bercap buruk di mata masyarakat Batubara, terutama terkait pelayanan kesehatan yang lamban dan ketidakpastian kehadiran dokter.
Ironisnya, Bupati Batubara Baharuddin Siagian kerap menyuarakan slogan pelayanan prima di setiap sektor pemerintahan. Namun realita di lapangan dinilai sangat jauh dari slogan tersebut, sehingga masyarakat menduga hal itu hanya sebatas pencitraan politik semata.
Atas kejadian ini, warga mendesak Bupati Batubara dan Ketua Komisi DPRD Batubara untuk segera memanggil Direktur RSUD HJ Zulkarnain guna dimintai klarifikasi dan diberikan tindakan tegas.