BATUBARA – Buruknya pelayanan kesehatan kembali dikeluhkan warga Kabupaten Batubara.
Yadi, warga Desa Dahri Indah, Kecamatan Talawi, mengaku kecewa setelah membawa adik kandungnya yang masih berusia 9 tahun untuk berobat ke Poli Kebidanan RSUD HJ Zulkarnain, namun tidak mendapatkan pelayanan medis sebagaimana mestinya.
Menurut Yadi, selama dua hari berturut-turut ia datang ke rumah sakit tersebut, namun dokter poli kebidanan tidak berada di tempat.
Akibatnya, pasienterpaksa pulang tanpa mendapatkan penanganan medis, meski sudah menunggu berjam-jam.
"Kami sudah duduk menunggu hampir dua jam, tapi dokter tidak juga datang. Mau tidak mau kami pulang tanpa berobat," ujar Yadi dengan nada kecewa.
Keluhan serupa juga disampaikan sejumlah masyarakat lain yang ditemui wartawan bitvonline.com di ruang tunggu rumah sakit.
Mereka menilai disiplin kerja tenaga medis, khususnya dokter poli kebidanan, sangat buruk.
Warga menyebutkan bahwa dokter kebidanan bernama dr. Hendrik kerap tidak masuk kerja tanpa kejelasan, sementara dokter lain, dr. Eli, juga dinilai kurang profesional dalam menjalankan tugasnya sebagai tenaga medis, meskipun keduanya berstatus Pegawai Negeri Sipil (PNS).
Masyarakat menilai kondisi ini mencerminkan gagalnya kepemimpinan Direktur RSUD HJ Zulkarnain, dr. Wahayu, dalam mengelola pelayanan kesehatan publik.
Dalam upaya konfirmasi, wartawan bitvonline.com juga mewawancarai Kepala Bidang Pelayanan RSUD HJ Zulkarnain, Ibu Rosi.
Saat ditanya alasan ketidakhadiran dr. Hendrik, ia menyebutkan bahwa dokter tersebut sedang sakit dan akan digantikan oleh dr. Alfian.
Namun ketika ditanya kepastian jam kedatangan dokter pengganti, jawaban yang diberikan justru mengecewakan. "Tunggu saja," jawabnya singkat, tanpa bisa memastikan jam kedatangan dokter pengganti.
Situasi ini memunculkan pertanyaan serius di tengah masyarakat terkait disiplin jam kerja PNS, khususnya tenaga medis di fasilitas kesehatan daerah.
"Kalau PNS di kantor pemerintahan ada jam masuk yang jelas, lalu bagaimana dengan dokter PNS di rumah sakit? Apakah boleh masuk sesuka hati?" kritik Yadi.
RSUD HJ Zulkarnain sendiri selama ini telah bercap buruk di mata masyarakat Batubara, terutama terkait pelayanan kesehatan yang lamban dan ketidakpastian kehadiran dokter.
Ironisnya, Bupati Batubara Baharuddin Siagian kerap menyuarakan slogan pelayanan prima di setiap sektor pemerintahan. Namun realita di lapangan dinilai sangat jauh dari slogan tersebut, sehingga masyarakat menduga hal itu hanya sebatas pencitraan politik semata.
Atas kejadian ini, warga mendesak Bupati Batubara dan Ketua Komisi DPRD Batubara untuk segera memanggil Direktur RSUD HJ Zulkarnain guna dimintai klarifikasi dan diberikan tindakan tegas.