BREAKING NEWS
Selasa, 24 Februari 2026

Dokter PNS Tak Disiplin, Pasien Terlantar di RSUD HJ Zulkarnain: Pelanggaran Disiplin ASN Terang-Benderang

Raman Krisna - Kamis, 08 Januari 2026 12:43 WIB
Dokter PNS Tak Disiplin, Pasien Terlantar di RSUD HJ Zulkarnain: Pelanggaran Disiplin ASN Terang-Benderang
Ironisnya, pasien dan keluarga telah menunggu berjam-jam di ruang tunggu, namun dokter poli kebidanan tak kunjung hadir. (Foto: ist/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

Saat dikonfirmasi, Kepala Bidang Pelayanan RSUD HJ Zulkarnain, Ibu Rosi, menyatakan bahwa dr. Hendrik tidak masuk kerja karena sakit dan akan digantikan oleh dr. Alfian.

Namun ketika ditanya jam kedatangan dokter pengganti, pihak rumah sakit tidak mampu memberikan kepastian.

"Tunggu saja," jawabnya singkat, yang justru menambah kekecewaan masyarakat.

Jawaban tersebut dinilai mencerminkan buruknya tata kelola pelayanan publik, di mana pasien diperlakukan tanpa kepastian dan tanpa rasa tanggung jawab institusi.

Melanggar Aturan Disiplin PNS

Perlu diketahui, berdasarkan PP Nomor 94 Tahun 2021 tentang Disiplin Pegawai Negeri Sipil, setiap PNS WAJIB:

- Masuk kerja dan menaati jam kerja
- Memberikan pelayanan sebaik-baiknya kepada masyarakat
- Menjaga profesionalitas dan tanggung jawab jabatan
- PNS yang melanggar ketentuan tersebut dapat dikenakan sanksi disiplin, mulai dari:
- Teguran lisan dan tertulis
- Pemotongan tunjangan kinerja
- Penurunan pangkat
- Hingga pemberhentian dengan hormat atau tidak dengan hormat, tergantung tingkat pelanggaran.

Dalam konteks ini, ketidakhadiran dokter PNS tanpa kepastian pelayanan jelas berpotensi masuk kategori pelanggaran disiplin sedang hingga berat, karena berdampak langsung pada hak kesehatan masyarakat.

Slogan Pelayanan Prima Dipertanyakan

Kondisi ini berbanding terbalik dengan slogan "Pelayanan Prima" yang kerap digaungkan oleh Bupati Batubara Baharuddin Siagian.

Fakta di lapangan justru menunjukkan pelayanan kesehatan yang amburadul, tidak profesional, dan minim pengawasan.

Masyarakat menilai slogan tersebut hanya sebatas pencitraan politik, tanpa implementasi nyata di sektor krusial seperti kesehatan.

Editor
: Adam
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Pergantian Kapolres Badung: Fokus Joseph Edward Jaga Keamanan dan Pelayanan Publik
Pokja Bunda PAUD Simalungun Kunjungi Rumah Dinas Bupati, Perkuat Ketahanan Pangan
Viral di Medsos! Dokter Kritik Rumah Sakit Ternama di Medan karena Tolak Pasien BPJS
Bobby Nasution Kebut Pendataan Pascabencana untuk Percepat Penyaluran Bantuan
Polri Presisi di Bali: 1.258 Personel Naik Pangkat, Kapolda Daniel Pimpin Upacara
Banjir Medan Tewaskan 20 Orang, Pemkot Ajukan Santunan ke Kemensos
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru