Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung
Adapun pemberian ASI eksklusif bagi bayi berusia di bawah enam bulan telah mencapai 83,3 persen. Angka tersebut melampaui target nasional sebesar 76 persen.
Pemberian makanan tambahan lokal bagi anak yang mengalami masalah gizi juga telah mencapai 67 persen.
Selain intervensi spesifik, Pemprov Sumut menjalankan intervensi sensitif melalui kerja sama lintas sektor.
Program tersebut antara lain berupa edukasi perilaku hidup sehat serta peningkatan pemenuhan pangan dan gizi keluarga.
Pemprov Sumut juga membangun 348 unit jamban sehat di 10 kabupaten dan kota sepanjang 2026.
Selain itu, sebanyak 840 unit rumah tidak layak huni diperbaiki di 29 kabupaten dan kota selama periode 2025 hingga 2026.
Surya menegaskan penanganan stunting tidak dapat dibebankan kepada satu sektor saja.
Menurut dia, keberhasilan program membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, termasuk keluarga.
"Upaya pencegahan dan percepatan penurunan stunting tidak mungkin diselesaikan oleh satu sektor saja. Dibutuhkan kerja bersama yang melibatkan pemerintah pusat, pemerintah daerah, tenaga kesehatan, dunia pendidikan, dunia usaha, akademisi, organisasi masyarakat, hingga keluarga sebagai garda terdepan," katanya.
Deputi Bidang Dukungan Kebijakan Peningkatan Kesejahteraan dan Pembangunan Sumber Daya Manusia Sekretariat Wakil Presiden Eddy Cahyono Sugiharto mengatakan prevalensi stunting secara nasional menunjukkan penurunan.
Angka prevalensi stunting nasional turun dari 30,8 persen menjadi 19,8 persen.
Namun, berdasarkan Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2024, prevalensi stunting di Sumatera Utara masih berada di angka 22 persen.
Tags
beritaTerkait
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.