Pengungsi Bencana Tandihat di Huntara: Nyaman Tapi Rindu Rumah Sendiri
TAPSEL Sejumlah warga Desa Tandihat, Kecamatan Angkola Selatan, Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel), Sumatera Utara, menyatakan merasa n
NASIONAL
GAZA -Di tengah reruntuhan dan puing-puing, warga Gaza, Palestina, menyambut bulan suci Ramadan dengan hati yang penuh kesabaran dan keteguhan. Meskipun terpaksa salat di atas tanah, di tengah reruntuhan masjid yang hancur akibat serangan Israel, semangat keagamaan mereka tidak pernah luntur.
Pada Tarawih pertama Ramadan tahun ini, jemaah terlihat berkumpul di sekitar masjid Farouk, Rafah, Gaza Selatan. Tanpa sajadah yang memadai, mereka bersujud di atas tanah yang keras, mengenakan jaket demi menghangatkan tubuh mereka di malam dingin musim dingin. Lokasi salat hanya disinari oleh beberapa lampu darurat dan sinar api unggun yang memancarkan kehangatan di tengah kegelapan. Di antara mereka yang salat, terdengar tangisan haru dari sebagian warga yang terpukul oleh situasi yang memilukan.
Di tempat lain, di Deir al-Balah, Gaza Tengah, warga Gaza lainnya berkumpul di dekat tenda-tenda pengungsian. Mereka salat di lapangan terbuka, tanpa atap untuk melindungi mereka dari hujan atau panas matahari. Pencahayaan yang minim tidak menghalangi mereka untuk menunaikan ibadah dengan penuh khidmat.
Namun, tidak semua warga Gaza bisa berkumpul di reruntuhan atau tenda-tenda pengungsian. Beberapa di antaranya masih bisa salat di masjid yang masih berdiri. Namun, bahkan di tempat yang relatif aman tersebut, atmosfer duka dan kepedihan masih terasa kuat. Di antara sujud dan ruku’, ada yang menangis, teringat akan rumah dan keluarga yang telah mereka tinggalkan di tengah-tengah serangan yang tak berkesudahan.
Kisah-kisah pilu dari warga Gaza yang kehilangan rumah, tempat perlindungan, bahkan mata pencaharian mereka, menjadi nyata dalam ungkapan Atia Harb, seorang pedagang dari pasar Deir al-Balah, dan Jabr Mushtaha, seorang pembuat manisan di Gaza. Ramadan kali ini terasa sangat berbeda dan suram bagi mereka. Suara-bunyi ledakan bom dan deru ambulans yang tak henti-hentinya menggema di telinga mereka, mengingatkan akan betapa rapuhnya kehidupan mereka di bawah bayang-bayang serangan yang terus menerus.
Meskipun begitu, semangat keberanian dan kekuatan spiritual warga Gaza tidak pernah pudar. Di tengah kepahitan dan penderitaan, mereka tetap memelihara kepercayaan dan harapan. Dalam doa-doa mereka, mereka mengirimkan pesan perdamaian dan keadilan bagi Gaza, serta doa untuk keselamatan dan perlindungan bagi semua yang terluka dan teraniaya. Semoga Ramadan tahun ini membawa cahaya dan kedamaian bagi mereka yang tengah merasakan kegelapan dan kehancuran.
(K/09)
TAPSEL Sejumlah warga Desa Tandihat, Kecamatan Angkola Selatan, Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel), Sumatera Utara, menyatakan merasa n
NASIONAL
JAKARTA Kementerian Ketenagakerjaan menegaskan tahun 2026 sebagai momentum penguatan sistem hubungan industrial nasional. Langkah ini be
EKONOMI
PADANGSIDIMPUAN Kementerian Sosial Republik Indonesia menyalurkan bantuan Jaminan Hidup bagi warga terdampak bencana banjir dan tanah lo
NASIONAL
JAKARTA Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Natalius Pigai menilai tuntutan hukuman mati bagi anak buah kapal (ABK) asal Medan, Fandi Ramadh
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Dengan suara bergetar dan mata berkacakaca, ibunda Fandi Ramadhan, Nirwana, menyampaikan permohonan penuh haru agar putranya di
HUKUM DAN KRIMINAL
TAPSEL Bank Rakyat Indonesia (BRI) menyalurkan bantuan Dana Tunggu Hunian (DTH) kepada 418 warga Desa Hutagodang, Kecamatan Batangtoru,
EKONOMI
MEDAN Pada malam ke3 bulan suci Ramadhan, Ustad Jumana Farid menekankan pentingnya sholat sebagai tiang agama dalam tausyiah singkat ya
AGAMA
JAKARTA Biaya politik yang tinggi disebut sebagai salah satu akar persoalan korupsi di Indonesia. Direktur Indonesia Political Review (I
POLITIK
JAKARTA Anggota Komisi III DPR RI dari Fraksi PKS, Nasir Djamil, menilai pengakuan Presiden ke7 RI, Joko Widodo (Jokowi), yang menyatak
POLITIK
JAKARTA Terdakwa kasus dugaan korupsi tata kelola minyak mentah dan produk kilang PT Pertamina, Muhammad Kerry Adrianto Riza, mengungkit
HUKUM DAN KRIMINAL