BTN Dukung Swasembada Papan 2045, Dorong Akses Hunian untuk MBR
JAKARTA PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) menyatakan dukungan terhadap gagasan besar Swasembada Papan 2045 yang dinilai sebaga
EKONOMI
JAKARTA -Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, mengungkapkan bahwa dampak dari potensi kenaikan tarif impor oleh Amerika Serikat terhadap produk Indonesia masih bisa terkendali.
Hal ini disampaikan dalam acara Sarasehan Ekonomi bersama Presiden Republik Indonesia di Menara Mandiri, Jakarta Pusat, Selasa (8/4).
Airlangga menjelaskan bahwa ketergantungan ekspor Indonesia terhadap pasar Amerika Serikat relatif kecil jika dibandingkan dengan negara lain di kawasan Asia.
"Ekspor kita ke Amerika itu hanya 2,2 persen dari PDB kita. Berbeda dengan Vietnam, yang 33 persen PDB mereka tergantung pada ekspor," ujarnya.
Menurutnya, Indonesia memiliki ruang untuk menjaga stabilitas ekonomi karena struktur ekspornya yang lebih terdiversifikasi.
Airlangga juga menegaskan bahwa tekanan dari Amerika Serikat dapat diatasi dengan membuka pasar-pasar lain yang lebih potensial.
Sri Mulyani, Menteri Keuangan, menambahkan bahwa Amerika bukan satu-satunya pasar yang mengancam stabilitas ekonomi Indonesia. "Kita bisa antisipasi ini, Pak Presiden," tegasnya.
Saat ini, negara tujuan ekspor utama Indonesia adalah Tiongkok dengan nilai mencapai USD 60 miliar, disusul Amerika Serikat sebesar USD 26 miliar, dan India dengan USD 20 miliar.
Airlangga menilai bahwa Indonesia tidak sepenuhnya bergantung pada satu negara tujuan ekspor.
Lebih lanjut, ia menyebutkan bahwa kenaikan tarif dari Amerika Serikat tidak akan terlalu berdampak besar pada daya saing produk Indonesia, terutama di sektor tekstil dan alas kaki. "Kalau kita lihat, negara pesaing kita seperti China, Vietnam, Kamboja, dan Bangladesh tarifnya lebih tinggi dari kita.
Jadi ini malah ada kesempatan untuk merebut pasar mereka," jelasnya.
Untuk produk seperti sepatu dan pakaian, selisih antara biaya impor dan harga jual di pasar Amerika masih sangat besar.
Airlangga mencontohkan, harga jual sepatu Indonesia di Amerika berkisar antara USD 15 hingga USD 20, sementara harga beli di sana bisa mencapai USD 70 hingga USD 80.
Dengan demikian, meski ada kenaikan tarif, dampaknya tidak sebesar 30 persen.
Hal yang sama berlaku untuk pakaian, yang harga jualnya di pasar Amerika bisa mencapai USD 80 hingga USD 100, meskipun biaya produksinya hanya sekitar USD 20 hingga USD 25.*
(kp)
JAKARTA PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) menyatakan dukungan terhadap gagasan besar Swasembada Papan 2045 yang dinilai sebaga
EKONOMI
BANDA ACEH SMAN 7 Banda Aceh menorehkan prestasi membanggakan di tingkat internasional setelah berhasil memborong lima medali emas, tiga
PENDIDIKAN
TELUK PANJI Bupati Labuhanbatu Selatan, Fery Sahputra Simatupang secara resmi menutup pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Qur&039an (MTQ) da
PEMERINTAHAN
JAKARTA Wakil Ketua Umum Partai Golkar Bidang Kebijakan Publik, Idrus Marham, menegaskan bahwa kondisi perekonomian Indonesia saat ini t
POLITIK
JAKARTA Nilai tukar rupiah diproyeksikan masih akan bertahan di kisaran Rp17.000 per dolar Amerika Serikat (AS) dalam jangka pendek. Tek
EKONOMI
MEDAN PT PLN (Persero) memastikan pasokan listrik di wilayah Sumatera Utara (Sumut) telah kembali normal 100 persen setelah sebelumnya t
NASIONAL
JAKARTA Kejaksaan Agung (Kejagung) menetapkan empat tersangka baru dalam kasus dugaan korupsi tata kelola izin usaha pertambangan (IUP)
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo kembali menyinggung adanya praktik deep state atau negara dalam negara di lingkung
POLITIK
JAKARTA Badan Legislasi (Baleg) DPR RI meyakini Rancangan UndangUndang (RUU) Satu Data Indonesia dapat menjadi solusi untuk mengatasi p
NASIONAL
KEBUMEN Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan ikatan personalnya dengan Kabupaten Kebumen saat melakukan kunjungan kerja ke kawasan Bu
NASIONAL