KontraS Soroti Minim Transparansi, Ragu Peradilan Militer Ungkap Motif Penyiraman Air Keras
JAKARTA Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan meragukan proses peradilan militer mampu mengungkap motif di balik kasus pen
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA– Komisi III DPR RI menggelar audiensi bersama mantan pegawai Oriental Circus Indonesia (OCI), anak dari pendiri OCI Jansen Manangsang, hingga perwakilan dari Kepolisian RI, guna membahas kembali kasus dugaan pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) terhadap anak-anak yang menjadi pemain sirkus di masa lalu.
Kasus ini pertama kali diusut oleh Komnas HAM pada tahun 1997. Dalam rekomendasi resminya, Komnas HAM kala itu menemukan berbagai bentuk pelanggaran HAM, khususnya terhadap hak-hak anak, seperti hak memperoleh pendidikan yang layak, perlindungan sosial, hingga hak untuk mengetahui asal-usul dan orang tua kandung mereka.
Kuasa hukum korban, Hepi Sebayang, mengungkapkan bahwa meskipun pihak pengelola OCI telah menerima rekomendasi tersebut, implementasinya belum pernah dilakukan.
"Sesuai dengan rekomendasi Komnas HAM bahwa ada temuan pelanggaran HAM. Sepengetahuan kami, hingga saat ini rekomendasi itu belum pernah dilaksanakan," tegas Hepi dalam audiensi tersebut.
Rekomendasi Komnas HAM menyebut beberapa pelanggaran mencolok, seperti:
Eksploitasi anak secara ekonomi,
Tidak adanya akses pendidikan umum yang layak,
Pelanggaran hak identitas dan asal-usul anak,
Praktik latihan keras yang mendekati penyiksaan fisik maupun mental.
Komnas HAM juga menegaskan bahwa alasan untuk menolong anak-anak terlantar tidak dapat dijadikan justifikasi atas pelanggaran HAM yang terjadi.
Di sisi lain, Jansen Manangsang, mewakili pihak OCI, menyatakan bahwa pihaknya telah bekerja sama dengan Komnas HAM dan melaksanakan sejumlah rekomendasi. Ia juga menegaskan bahwa tidak ada penyiksaan yang dilakukan terhadap anak-anak pemain sirkus.
"Tidak ada penganiayaan ataupun penyiksaan. Kami juga bersama Komnas HAM saat itu melakukan penelusuran asal-usul anak-anak dan sudah dilakukan langkah-langkah yang disarankan," ujar Jansen.
Wakil Menteri HAM, Mugiyanto, yang turut hadir dalam audiensi menyampaikan bahwa kasus ini penting untuk menjadi pembelajaran dan evaluasi terhadap perlindungan anak di Indonesia.
Pemerintah pun didorong untuk menindaklanjuti hasil temuan dan memastikan rekomendasi HAM dijalankan secara menyeluruh.
Komisi III berkomitmen untuk mengawal penyelesaian kasus ini secara adil dan transparan, serta mendorong perlindungan yang lebih baik bagi anak-anak di berbagai sektor informal, termasuk dunia hiburan seperti sirkus.*
(kp/J006)
JAKARTA Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan meragukan proses peradilan militer mampu mengungkap motif di balik kasus pen
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Pakar digital forensik Rismon Sianipar angkat bicara terkait laporan yang dilayangkan Wakil Presiden ke10 dan 12 RI Jusuf Kalla k
POLITIK
JAKARTA Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI memastikan tiga warga negara Indonesia (WNI) yang menjadi anak buah kapal (ABK) di kapal MV Gol
INTERNASIONAL
MEDAN Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution, menyaksikan langsung ajang Sprint Rally Sumut 2026 yang menjadi seri pembuka Kejuaraan Nasi
OLAHRAGA
JAKARTA Presiden RI Prabowo Subianto mengajak masyarakat untuk lebih bangga terhadap budaya Indonesia dan tidak merasa rendah diri terhada
POLITIK
JAKARTA Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, menyampaikan bahwa progres uji coba program biodiesel 50 persen (
EKONOMI
JAKARTA Ketua Komisi XII DPR RI Bambang Patijaya menilai digitalisasi dalam penyaluran bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi dapat menjadi s
NASIONAL
JAKARTA Menteri Luar Negeri RI Sugiono buka suara terkait namanya yang disebutsebut menguat sebagai calon Ketua Umum Ikatan Pencak Silat
NASIONAL
JAKARTA Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat mendorong agar aspek kesehatan mental menjadi bagian inti dalam kurikulum pendidikan nasional
NASIONAL
JAKARTA Presiden RI Prabowo Subianto mengungkap perjalanan panjang pencak silat yang kini menjadi identitas bangsa dan semakin dikenal dun
SENI DAN BUDAYA