Imigrasi Bongkar Jaringan Penyelundupan Manusia ke Australia, 3 WN Pakistan Jadi Tersangka
JAKARTA Direktorat Jenderal (Ditjen) Imigrasi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas) membongkar sindikat penyelundupan manusia
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA -Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memastikan akan segera mengumumkan nama-nama pihak yang ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi dana Corporate Social Responsibility (CSR) Bank Indonesia (BI).
Kasus ini telah menjadi sorotan publik karena dianggap berjalan lamban, meski proses penyelidikan telah berlangsung cukup lama.
Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, menyatakan bahwa pengumuman resmi akan dilakukan dalam waktu dekat, menyusul pendalaman informasi dan alat bukti oleh tim penyidik.
"Nanti akan kami informasikan terkait pihak-pihak yang ditetapkan sebagai tersangka ataupun yang bertanggung jawab dalam perkara ini," ujar Budi di Gedung Merah Putih KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (14/5/2025).
Sebelumnya, Budi mengungkapkan bahwa lambatnya penetapan tersangka dalam kasus CSR BI ini disebabkan oleh kompleksitas kasus serta kebutuhan untuk mendalami seluruh keterangan yang diterima penyidik.
"Setiap penanganan perkara memiliki kompleksitas masing-masing. KPK terus mempelajari dan mendalami setiap informasi serta keterangan yang diperoleh penyidik agar penanganan perkara ini bisa lebih terang," jelas Budi, Jumat (9/5/2025).
KPK, lanjutnya, berkomitmen untuk menjalankan penegakan hukum secara efektif dan akuntabel, termasuk dalam perkara ini, guna memberikan kepastian hukum dan mengoptimalkan pemulihan aset negara.
Dalam proses penyidikan, KPK menduga adanya aliran dana suap kepada dua anggota Komisi XI DPR RI periode 2019–2024, yakni Satori dari Fraksi Partai NasDem dan Heri Gunawan (Hergun) dari Fraksi Partai Gerindra.
Uang CSR tersebut diduga tidak langsung diterima oleh keduanya, melainkan dialirkan melalui yayasan yang dibentuk oleh orang-orang terdekat mereka.
Keduanya telah menjalani pemeriksaan oleh penyidik KPK, namun hingga kini belum ditetapkan sebagai tersangka karena proses pendalaman bukti masih berlangsung.
KPK menegaskan akan menyampaikan secara terbuka dan lengkap konstruksi perkara serta pihak-pihak yang bertanggung jawab dalam kasus dugaan korupsi ini.
"KPK akan menyampaikan secara lengkap konstruksi perkara dan pihak-pihak yang bertanggung jawab dalam dugaan tindak pidana korupsi ini," tegas Budi.
Kasus CSR BI ini menjadi perhatian luas masyarakat, dan publik menantikan langkah tegas KPK untuk mengungkap seluruh pihak yang terlibat.*
(bs/j006)
JAKARTA Direktorat Jenderal (Ditjen) Imigrasi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas) membongkar sindikat penyelundupan manusia
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menyerahkan barang rampasan negara hasil tindak pidana korupsi kepada instansi pemeri
PEMERINTAHAN
JAKARTA Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) mengecam keras insiden kekerasan yang terjadi dalam laga Elite Pro Academy (EPA) U
OLAHRAGA
BANDA ACEH Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian mengajak seluruh kepala daerah di Indonesia untuk memperkuat kesiapsi
PEMERINTAHAN
PEMATANGSIANTAR Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur Kota Pematangsiantar pada Senin (20/4/2026) sore menyebabkan sejumlah ruas
PERISTIWA
BANDA ACEH Sebanyak 112 personel Kepolisian Daerah (Polda) Aceh mengikuti kegiatan donor darah yang digelar bersama Palang Merah Indones
NASIONAL
JAKARTA Terdakwa kasus dugaan pemerasan pengurusan sertifikat keselamatan dan kesehatan kerja (K3) yang dikenal sebagai &039sultan&039
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,4 mengguncang wilayah pesisir timur Honshu, Jepang, pada Senin (20/4/2026) siang. Badan Meteo
NASIONAL
BANDA ACEH Delapan pemerintah daerah di Sumatera Utara (Sumut) sepakat menghibahkan sebagian dana Transfer ke Daerah (TKD) untuk membant
PEMERINTAHAN
MEDAN Seorang pengemudi ojek online (ojol) tewas setelah tertabrak kereta api di perlintasan tanpa palang pintu di Jalan Rajawali, Tegal
PERISTIWA