Gebyar Pendidikan Medan 2026, Rico Waas Yakin Anak Medan Lahir sebagai Generasi Juara
MEDAN Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas bersama Wakil Wali Kota Medan Zakiyuddin Harahap menghadiri Gebyar Pendidikan dan Kebuday
PENDIDIKAN
JAKARTA -Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengungkapkan bahwa potensi hujan lebat masih akan melanda sejumlah wilayah Indonesia selama periode 16 hingga 22 Mei 2025. Fenomena ini terjadi seiring dengan masa peralihan musim (pancaroba) dari hujan ke kemarau yang sedang berlangsung di sebagian besar wilayah Tanah Air.
Dalam keterangannya di laman resmi, BMKG menjelaskan bahwa pada masa transisi ini, kondisi atmosfer yang labil berpotensi memicu terbentuknya awan konvektif jenis Cumulonimbus (CB). Awan ini dikenal sebagai pemicu cuaca ekstrem seperti hujan lebat, kilat/petir, angin kencang, bahkan hujan es.
"Fenomena ini merupakan ciri khas masa peralihan dari musim hujan ke musim kemarau," tulis BMKG, Sabtu (17/5/2025).
Cuaca Ekstrem di Sejumlah Daerah
Beberapa wilayah tercatat mengalami hujan dengan intensitas sangat lebat dalam sepekan terakhir, antara lain:
9 Mei – Kab. Jembrana, Bali: 121,4 mm/hari
10 Mei – Kota Tangerang Selatan, Banten: 103,0 mm/hari
11 Mei – Kab. Sleman, DIY: 115,3 mm/hari
12 Mei – Kab. Merauke, Papua Selatan: 118,0 mm/hari
14 Mei – Kab. Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah: 105,7 mm/hari
BMKG juga mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai cuaca yang berubah-ubah dengan karakteristik hujan singkat namun lebat disertai kilat dan angin kencang, khususnya pada sore hingga malam hari.
Sirkulasi Siklonik dan Dinamika Atmosfer
BMKG mengamati adanya sirkulasi siklonik di sejumlah wilayah perairan Indonesia, termasuk Samudra Hindia barat daya Sumatra, Selat Makassar, serta perairan utara Papua Barat dan Maluku. Kombinasi dari dinamika atmosfer seperti MJO, gelombang Kelvin, Rossby Ekuator, serta gelombang Low Frequency juga terpantau aktif di berbagai wilayah laut Indonesia, yang turut meningkatkan potensi cuaca ekstrem.
Prospek Cuaca Sepekan ke Depan
Periode 16–18 Mei 2025
Hujan Lebat berpotensi terjadi di:
Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, NTB, Kalimantan Timur, Sulawesi Tengah, Papua Tengah, Papua Pegunungan, dan Papua Selatan.
Angin Kencang:
Bali, NTB, NTT, dan Maluku.
Periode 19–22 Mei 2025
Kalimantan Timur, Papua Tengah, dan Papua Selatan.
Angin Kencang:
Jawa Timur, Bali, NTB, NTT, dan Maluku.
Imbauan BMKG
Masyarakat diminta untuk tetap waspada dan terus memperbarui informasi cuaca dari sumber resmi. Selain itu, BMKG mengimbau masyarakat untuk menjaga kesehatan dan memperhatikan kondisi lingkungan, khususnya di wilayah yang rawan bencana hidrometeorologi.*
(oz/j006)
MEDAN Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas bersama Wakil Wali Kota Medan Zakiyuddin Harahap menghadiri Gebyar Pendidikan dan Kebuday
PENDIDIKAN
BANDA ACEH Polda Aceh menggelar kegiatan donor darah dalam rangka menyambut Hari Bhayangkara ke80 Tahun 2026. Kegiatan bakti kesehatan
KESEHATAN
JAKARTA Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup di zona merah pada perdagangan Kamis (18/6/2026) setelah Bank Indonesia (BI) memutusk
EKONOMI
JAKARTA Kebijakan penghentian sementara Program Makan Bergizi Gratis (MBG) selama masa libur sekolah menuai penolakan dari Gabungan Peng
NASIONAL
JAKARTA Presiden Prabowo Subianto dikabarkan menaruh perhatian serius terhadap anjloknya harga tandan buah segar (TBS) sawit yang terjad
NASIONAL
JAKARTA Gabungan Pengusaha Makan Bergizi Indonesia (GAPEMBI) menyatakan penolakan terhadap kebijakan penghentian sementara Program Makan
NASIONAL
JAKARTA Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian mengungkapkan masih terdapat puluhan sekolah di Sumatera yang terpaksa menumpang
NASIONAL
JAKARTA Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai pasar modal Indonesia masih menunjukkan ketahanan yang kuat meski dibayangi ketidakpastian
EKONOMI
JAKARTA Polemik penahanan kapal Capricon yang mengangkut 15 kontainer ilmenit milik PT Putra Prima Mineral Mandiri (PT PMM) memasuki bab
NASIONAL
BANDA ACEH Upaya memperkuat peran perempuan dalam menjaga perdamaian terus dilakukan di Aceh. Hal itu ditandai dengan peluncuran Rumah P
NASIONAL