Ketua BEM FH UBK Akui Terima Uang Sebelum Aksi, Sore Harinya Bertemu Wapres Gibran
JAKARTA Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Hukum Universitas Bung Karno (UBK), Muhammad Abdi Maludin, menjadi sorotan setelah
NASIONAL
NIAS UTARA -Rapat resmi Komisi II DPRD Kabupaten Nias Utara yang digelar pada Kamis (12/6/2025) mendadak ricuh dan menjadi viral di media sosial. Kericuhan dipicu oleh interupsi salah seorang warga bernama Agusman Hulu, yang merasa tersinggung atas penyebutan istilah adat "zimbi mbawi" di tengah diskusi rapat.
Awalnya, rapat dijadwalkan untuk membahas laporan masyarakat terkait polemik pergantian Kepala SMP Negeri 4 Namohalu Esiwa. Namun, situasi mulai memanas saat Agusman Hulu secara tiba-tiba melakukan interupsi.
"Saya merasa disindir karena saya pernah membuat status tentang 'zimbi mbawi' di Facebook. Tapi di rapat itu tiba-tiba istilah itu dibahas. Saya tidak bisa diam," ujar Agusman.
Dalam tradisi budaya Nias, zimbi mbawi merujuk pada bagian tubuh babi yang sangat dihargai dalam upacara adat. Namun, penggunaan istilah tersebut di ruang sidang formal dianggap tidak etis dan menyulut perdebatan.
Ketua Komisi II DPRD, Faogonaso Harefa, terpaksa menskors rapat usai ketegangan tidak mereda.
"Tiba-tiba Pak Agus berdiri dan suasana jadi panas. Soal jalur hukum, kami akan bahas lebih lanjut. Tidak harus selesai dalam dua hari," kata Faogonaso.
Menanggapi insiden tersebut, Sekretariat DPRD bersama Dinas Kominfo Nias Utara merilis siaran pers bernomor 170/193/DPRD/2025, menyatakan bahwa pihak DPRD memberi tenggat waktu 2x24 jam kepada individu berinisial AH (Agusman Hulu) untuk menyampaikan permintaan maaf secara terbuka, atau persoalan akan dibawa ke jalur hukum.
Tokoh masyarakat Nias Utara, Otorius Harefa, menyayangkan insiden tersebut dan menekankan pentingnya menjaga etika dalam penggunaan istilah adat, apalagi di ruang formal seperti DPRD.
"Saya malu mendengarnya. Ini bukan hanya soal adat, tapi juga etika. Kita harus tahu tempat dan cara menyampaikan," jelas Otorius.
Sementara itu, anggota DPRD Noferman Zega, yang diduga menyebut istilah tersebut, belum memberikan keterangan resmi. Saat dimintai tanggapan, ia hanya menjawab singkat, "Lagi rafe ndao sabata" (saya sedang rapat).
Hingga saat ini, belum ada kejelasan dari pihak DPRD terkait kelanjutan rapat yang diskors.
Potongan video yang memperlihatkan momen kericuhan kini telah tersebar luas di grup WhatsApp warga dan berbagai platform media sosial, memicu perdebatan tentang tata krama legislatif, transparansi rapat, dan penghormatan terhadap nilai-nilai budaya lokal.*
(ms/j006)
JAKARTA Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Hukum Universitas Bung Karno (UBK), Muhammad Abdi Maludin, menjadi sorotan setelah
NASIONAL
SOLO Pengadilan Tinggi (PT) Jawa Tengah menguatkan putusan Pengadilan Negeri (PN) Surakarta yang sebelumnya menolak gugatan citizen lawsui
POLITIK
ARLINGTON Timnas Argentina memastikan langkah ke babak 32 besar Piala Dunia 2026 setelah menundukkan Austria dengan skor 20 dalam laga la
OLAHRAGA
PHILADELPHIA Timnas Prancis meraih kemenangan meyakinkan saat menghadapi Irak pada lanjutan fase grup Piala Dunia 2026. Les Bleus sukses m
OLAHRAGA
JAKARTA Kuasa hukum mantan Presiden RI Joko Widodo (Jokowi), Ade Darmawan, menyebut kliennya kemungkinan besar merasa kecewa atas keputusa
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memperpanjang masa penahanan mantan Wakil Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Wamen Imipas) Si
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI Muhammad Qodari menegaskan kepercayaan dunia terhadap Indonesia masih tetap kuat. Ha
NASIONAL
BANDA ACEH Pemerintah Aceh kembali meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) atas Laporan Keuangan Pemerintah Aceh Tahun Anggaran 2025.
POLITIK
BANDA ACEH Bripda Nanda Karmila berhasil meraih Juara I dalam ajang Stand Up Comedy Bhayangkara Fest 80 yang digelar Polda Aceh dalam rang
NASIONAL
BANDA ACEH Kondisi cuaca di sejumlah wilayah Aceh pada hari ini diprakirakan didominasi cuaca berawan hingga hujan ringan. Sementara itu
NASIONAL