Bareskrim Sita Aset Rp 15,3 Miliar Keluarga Bandar Narkoba Ko Erwin dalam Kasus TPPU
JAKARTA Bareskrim Polri menyita aset senilai Rp 15,3 miliar milik keluarga bandar narkoba Erwin Iskandar alias Ko Erwin. Penyitaan terse
HUKUM DAN KRIMINAL
ASAHAN - Ratusan mahasiswa dari Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se-Kabupaten Asahan bersama sejumlah pengemudi ojek online (ojol) menggelar aksi unjuk rasa di Kisaran, Rabu (3/9).
Massa aksi membentangkan spanduk bertuliskan "Copot Kapolri" sebagai bentuk kekecewaan terhadap sikap aparat kepolisian dalam menangani berbagai demonstrasi di Indonesia.
Dalam aksinya, massa menyuarakan sejumlah isu penting, mulai dari dugaan kekerasan terhadap pengemudi ojol di Jakarta, tindakan represif aparat terhadap mahasiswa di berbagai daerah, hingga maraknya peredaran narkoba dan lemahnya pengawasan terhadap tempat hiburan malam yang dinilai meresahkan masyarakat.
Ketua BEM Fakultas Ekonomi Universitas Asahan (UNA), Lukman Hakim Marpaung, menegaskan bahwa gerakan ini bukan hanya aksi protes, tapi bentuk nyata solidaritas terhadap rakyat kecil.
"Kami turun ke jalan bukan sekadar mengkritisi, tapi untuk menyuarakan keresahan rakyat. Aparat jangan represif kepada mahasiswa maupun masyarakat kecil, termasuk ojol. Kami juga meminta perhatian serius terhadap persoalan narkoba dan hiburan malam di Asahan," ujar Lukman.
Massa memberikan kesempatan kepada Kapolres Asahan, AKBP Revi Nurvelani, untuk menyampaikan sikapnya terhadap tuntutan yang disuarakan. Kapolres menegaskan bahwa pihaknya akan menjalankan tugas dengan profesional dan berkomitmen menjaga keamanan wilayah.
"Saya ditugaskan di sini oleh Kapolri untuk menjalankan amanah sebaik-baiknya. Kami siap menciptakan situasi yang aman dan kondusif untuk masyarakat Asahan," ujarnya di hadapan para demonstran.
Dalam pernyataan sikap, massa menyuarakan beberapa tuntutan utama:
Mendesak pencopotan Kapolri atas sikap represif aparat di berbagai daerah
Minta pengusutan tuntas atas kasus penganiayaan terhadap pengemudi ojol di Jakarta
Menuntut penegakan hukum terhadap peredaran narkoba di Asahan
Meminta penertiban tempat hiburan malam ilegal yang meresahkan
JAKARTA Bareskrim Polri menyita aset senilai Rp 15,3 miliar milik keluarga bandar narkoba Erwin Iskandar alias Ko Erwin. Penyitaan terse
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Arifah Fauzi menyampaikan permintaan maaf kepada publik terkait pern
NASIONAL
MEDAN Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Polda Sumut) bergerak cepat menindaklanjuti viralnya video yang memperlihatkan seorang personel
HUKUM DAN KRIMINAL
MEDAN Keluarga almarhumah Khoiriah Harahap di Kabupaten Mandailing Natal (Madina) menolak penyelesaian perkara kecelakaan lalu lintas me
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Menteri Lingkungan Hidup sekaligus Kepala Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH), Jumhur Hidayat, menegaskan bahwa industri ekstra
NASIONAL
JAKARTA Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa Mukhtaruddin Ashraff Abu, suami Bupati Pekalongan Fadia Arafiq, dalam penyidikan ka
HUKUM DAN KRIMINAL
MEDAN Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Muhammad Bobby Afif Nasution resmi menetapkan Petunjuk Teknis (Juknis) Pelaksanaan Sistem Penerima
PENDIDIKAN
JAKARTA Solidaritas antardaerah dalam upaya pemulihan pascabencana hidrometeorologi di Pulau Sumatra terus menunjukkan penguatan. Pemeri
NASIONAL
JAKARTA Eks Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Immanuel Ebenezer atau Noel Ebenezer menyatakan akan menggugat Komisi Pemberantasa
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Masinis Madya UPT Crew KA Tanah Abang, Daop 1 Jakarta, Septian Widi Subekti mengingatkan pentingnya kewaspadaan pengguna jalan s
NASIONAL