AHY Pastikan Sekolah Rakyat di Medan Siap Beroperasi Pertengahan Juli 2026
MEDAN Pembangunan Sekolah Rakyat Terintegrasi 2 di Jalan Flamboyan Raya II, Kelurahan Tanjung Selamat, Kecamatan Medan Tuntungan, Kota M
PENDIDIKAN
JAKARTA - Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia (Kemlu RI) menegaskan bahwa pemerintah tengah menyelidiki setiap dugaan pelanggaran dalam penanganan demonstrasi secara transparan.
Hal ini disampaikan menyusul sorotan keras dari Kantor Komisaris Tinggi HAM PBB (OHCHR) terkait tindakan represif aparat dalam sejumlah aksi unjuk rasa yang terjadi sejak akhir Agustus 2025.
"Setiap pelanggaran sedang diselidiki secara transparan," tulis Kemlu RI melalui akun resmi X (dulu Twitter), Rabu (3/9/2025).
Kemlu menyatakan bahwa pemerintah Indonesia berkomitmen penuh terhadap perlindungan hak asasi manusia bagi seluruh warga negara. Meski menegaskan penghormatan terhadap kebebasan berpendapat dan berkumpul, pemerintah juga menyampaikan penyesalan atas jatuhnya korban dan terjadinya kerusakan dalam gelombang demonstrasi.
"Indonesia menghormati kebebasan berkumpul dan berekspresi, tetapi menyesalkan bahwa unjuk rasa baru-baru ini menyebabkan korban dan kerusakan," lanjut pernyataan tersebut.
Kemlu RI menyebut mekanisme pengaduan dan pemantauan khusus telah disiapkan, dan otoritas akan memastikan adanya penegakan hukum yang adil, serta dukungan terhadap para korban dan keluarga mereka.
Menanggapi pernyataan OHCHR yang meminta investigasi atas dugaan pelanggaran, Kemlu RI menyatakan kesiapannya untuk terlibat secara konstruktif dengan badan PBB tersebut.
"Indonesia siap untuk terlibat secara konstruktif dengan OHCHR untuk terus meningkatkan promosi dan perlindungan hak asasi manusia."
Sebelumnya, juru bicara OHCHR, Ravina Shamdasani, dalam pernyataan video pada Senin (1/9), mengungkapkan keprihatinan atas penggunaan kekuatan berlebihan oleh aparat keamanan Indonesia, termasuk Polri dan TNI, dalam menangani demonstran.
Ia meminta agar pemerintah Indonesia melakukan investigasi cepat, menyeluruh, dan transparan terhadap dugaan pelanggaran HAM, serta mendorong agar penyelesaian dilakukan lewat dialog terbuka, bukan kekerasan.
OHCHR juga menekankan pentingnya kebebasan pers, dan meminta pemerintah menjamin hak media melakukan peliputan secara bebas dan independen.
Gelombang unjuk rasa yang menyebar ke berbagai kota Indonesia sejak pekan lalu dipicu oleh kemarahan publik atas kenaikan gaji dan tunjangan DPR RI di tengah krisis ekonomi yang membelit rakyat.
MEDAN Pembangunan Sekolah Rakyat Terintegrasi 2 di Jalan Flamboyan Raya II, Kelurahan Tanjung Selamat, Kecamatan Medan Tuntungan, Kota M
PENDIDIKAN
LANGKAT Sebuah video yang memperlihatkan seorang pria memikul mesin outdoor AC sambil berjalan kaki sejauh sekitar dua kilometer viral d
PERISTIWA
MEDAN Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara (Sumut) menjajaki kerja sama strategis dengan PT Rumah Tani Nusantara (RTN) guna memp
EKONOMI
JAKARTA Rencana pelibatan sekitar 1.000 taruna Akademi Militer (Akmil) dalam masa orientasi Program Sekolah Rakyat mendapat perhatian da
NASIONAL
JAKARTA Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni mengaku telah mengembalikan sebuah amplop yang ditinggalkan Bupati Kuantan Singingi
NASIONAL
JAKARTA Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Dave Laksono, meminta aparat keamanan meningkatkan langkah pengamanan di Papua secara terukur menyu
NASIONAL
JAKARTA Praktisi agraria sekaligus mantan pejabat senior Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Dr. Bud
NASIONAL
KEPULAUAN SERIBU PT Pertamina Hulu Indonesia (PHI) kembali menunjukkan komitmennya terhadap pelestarian lingkungan dengan melakukan rehab
NASIONAL
BANDA ACEH Polda Aceh menerima penyampaian pendapat di muka umum yang dilakukan Yayasan Lembaga Bantuan HukumKeadilan Indonesia (YLBH
HUKUM DAN KRIMINAL
MEDAN Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Wilayah, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), meninjau langsung progres pembang
PENDIDIKAN