BREAKING NEWS
Minggu, 17 Mei 2026

Tanggul Laut Cilincing Dipastikan Tak Ganggu Nelayan, Gubernur Pramono Anung: Tetap Bisa Beraktivitas

Raman Krisna - Minggu, 14 September 2025 13:44 WIB
Tanggul Laut Cilincing Dipastikan Tak Ganggu Nelayan, Gubernur Pramono Anung: Tetap Bisa Beraktivitas
Wujud pagar tembok beton di pesisir laut Cilincing, Jakarta Utara, Kamis (11/9/2025). (kumparan)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung
JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menegaskan bahwa aktivitas para nelayan di kawasan pesisir Cilincing, Jakarta Utara, tetap dapat berjalan normal meski pembangunan tembok beton di laut terus berlanjut.

Pernyataan ini disampaikannya usai menghadiri peresmian Gereja Katolik Kalvari Paroki Lubang Buaya, Jakarta Timur, Minggu (14/9). Pramono mengungkapkan bahwa Pemprov DKI Jakarta telah mengadakan pertemuan dengan pihak PT Karya Citra Nusantara (KCN) dan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) untuk membahas polemik yang mencuat di tengah masyarakat.

"Disepakati bahwa aktivitas nelayan diberikan keluasaan untuk tetap bisa dilakukan," ujar Pramono.

Baca Juga:
Selain menjamin kelangsungan mata pencaharian nelayan, Pramono menyebut PT KCN juga telah diminta untuk memberikan dukungan dalam bentuk corporate social responsibility (CSR) kepada warga yang terdampak.

"Perusahaan diminta untuk memberikan CSR kepada para nelayan yang ada di tempat itu," tegasnya.

Pusat Ekonomi Baru di Utara Jakarta

Lebih lanjut, Pramono menyampaikan bahwa pembangunan tanggul atau tembok laut yang menjadi bagian dari proyek pelabuhan Marunda ini diharapkan dapat menciptakan simbiosis mutualisme antara perusahaan, nelayan, dan pemerintah.

"Secara prinsip, ini akan saling menguntungkan. Proyek ini akan menjadi pusat ekonomi baru di Jakarta," ungkapnya.

Penjelasan PT KCN

Sementara itu, Direktur Utama PT KCN Widodo Setiadi menjelaskan bahwa proyek ini telah berlangsung sejak 2010 dan saat ini telah mencapai 70 persen progres. Pembangunan tanggul beton merupakan bagian dari struktur breakwater atau pemecah gelombang, bukan penutupan akses laut seperti yang dikhawatirkan sejumlah pihak.

Widodo juga menegaskan bahwa proyek ini murni investasi swasta dan pemerintah pusat, tanpa dana APBN maupun APBD.

"Pier 1 sudah beroperasi untuk multipurpose cargo, Pier 2 ditargetkan selesai pada 2026, dan Pier 3 masih dalam tahap konstruksi," jelas Widodo dalam konferensi pers, Jumat (12/9).

Ia juga menegaskan bahwa proyek ini telah melalui proses legal sesuai perundang-undangan dan sudah mendapatkan konsesi dari Kementerian Perhubungan.

"Kami sudah menandatangani konsesi. Ini milik negara, sesuai UUD 1945 Pasal 33," tuturnya.*

(kp/j006)

Editor
:
0 komentar
Tags
beritaTerkait
KKP Klaim Proyek Pagar Beton di Laut Cilincing Miliki Izin Lengkap, Nelayan Tetap Keluhkan Akses Terganggu
Vihara Lalitavistara Cilincing Terbakar, 13 Unit Damkar Dikerahkan
Limbah Kulit Kerang Menumpuk Setinggi 5 Meter di Cilincing, Jakarta Utara, Dikeluhkan Warga
Warga Cilincing Serbu Selokan untuk Mengambil Minyak Tumpah, Jalan Masih Licin dan Tak Bisa Dilewati
Lansia Selamatkan Diri dari Kebakaran Hebat di Cilincing
Bhabinkamtibmas Cilincing Disiram Air Keras Usai Bubarkan Kerumunan Remaja
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru