- Tata kelola pemerintahan yang inovatif dan stabilProf. Martani menekankan bahwa Indonesia harus cermat memanfaatkan bonus demografi, serta mengantisipasi dinamika global dengan belajar dari keberhasilan negara-negara seperti Singapura, Korea Selatan, dan Tiongkok.
"Visi Indonesia Emas tidak cukup hanya dengan semangat, tetapi harus dengan perencanaan strategis, kebijakan yang tepat, dan kolaborasi antarsektor," tegasnya.Sementara itu, Dekan FISIP Universitas Moestopo, Dr. H. Ryantori, S.Sos., M.Si, menyoroti pentingnya proses perumusan kebijakan publik yang rasional, inklusif, dan berbasis bukti atau evidence-based policy.
Ia menjelaskan bahwa setiap kebijakan harus melalui tahapan identifikasi masalah, analisis alternatif, pengambilan keputusan, hingga evaluasi berbasis data."Pendekatan rasional, politis, kelembagaan, dan budaya, semua harus berjalan seimbang agar kebijakan yang dihasilkan tidak hanya efektif, tetapi juga berkeadilan," ujarnya.
Seminar nasional ini menghasilkan sejumlah rekomendasi penting, antara lain: