Aksi itu diklaim akan melibatkan sekitar 5 juta buruh dari 5.000 pabrik di seluruh Indonesia.
"Mogok nasional akan dilakukan secara damai, tertib, dan konstitusional. Tidak ada kekerasan, tidak ada tindakan anarkis. Semua buruh akan bertindak disiplin dan bertanggung jawab," tegas Said.
Sementara itu, Menteri Ketenagakerjaan Yassierli menyampaikan bahwa pemerintah masih memfinalisasi formula penetapan UMP 2026, yang dijadwalkan akan diumumkan pada November 2025.
Menurutnya, Kemnaker tengah mengevaluasi regulasi terkait mekanisme pengupahan, termasuk kemungkinan penyesuaian formula baru untuk perhitungan upah minimum tahun depan.
"Masih kita kaji terus. Itu kan tiap tahun begitu, jadi itulah fungsi dialog sosial. Jangan lupa ada Dewan Pengupahan Nasional yang nanti lebih banyak berperan," kata Yassierli usai menghadiri Sidang Kabinet Paripurna 1 Tahun Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto–Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, Senin (20/10/2025).
Meski belum mengungkap detail perubahan formula, pemerintah memastikan bahwa setiap keputusan terkait UMP akan mempertimbangkan keseimbangan antara kepentingan pekerja dan keberlanjutan dunia usaha.*