JAKARTA – Sorotan media internasional The Guardian terkait potensi Ibu Kota Nusantara (IKN) menjadi "kota hantu" mendapat respons langsung dari pemerintah Indonesia.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan pembangunan IKN tetap berjalan, meski anggaran proyek menurun drastis di bawah pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Dalam laporan The Guardian berjudul "Indonesia's new capital, Nusantara, in danger of becoming a 'ghost city'", disebutkan anggaran IKN merosot dari sekitar 2 miliar poundsterling (sekitar Rp 43,8 triliun) menjadi 700 juta poundsterling (sekitar Rp 15,33 triliun).
Media itu juga menyoroti belum adanya kunjungan kepala negara baru ke lokasi IKN sejak menjabat.
Menanggapi hal ini, Purbaya menegaskan, "Saya nggak tahu, kan tergantung nanti rencana pemerintah seperti apa. Rasanya sih nggak akan jadi kota hantu."
Ia menambahkan bahwa kelanjutan pembangunan IKN sangat bergantung pada pertumbuhan ekonomi kawasan tersebut.
Purbaya juga menekankan pentingnya peran sektor swasta.
"Yang kita setujui adalah perusahaan swasta yang bangun rumah di sana, harusnya udah mulai jalan bangunan rumahnya. Nanti baru kalau perlu, tahun-tahun berikutnya ada dana pemerintah yang kita keluarkan lagi," ujarnya.
Pemerintah tetap optimistis proyek IKN akan berlanjut meski lebih lambat dibandingkan perencanaan awal.
"Sepertinya nggak berhenti (pembangunan IKN), masih jalan terus. Tapi nggak secepat yang… Kita ikuti arahan Pak Presiden aja seperti apa," tambah Purbaya.
Sejak diluncurkan Presiden Joko Widodo, IKN dirancang untuk menggantikan Jakarta yang menghadapi masalah polusi, kepadatan, dan risiko tenggelam.
Meski anggaran menurun, pemerintah memastikan proyek tetap berlanjut dengan melibatkan investasi swasta sebagai salah satu pilar utama pembangunan.*