BREAKING NEWS
Senin, 25 Mei 2026

Setelah Satu Dekade Lebih, Rafflesia Hasseltii Akhirnya Terlihat Lagi di Sumatra Barat

Raman Krisna - Jumat, 21 November 2025 15:53 WIB
Setelah Satu Dekade Lebih, Rafflesia Hasseltii Akhirnya Terlihat Lagi di Sumatra Barat
Di hutan Sumatra, petugas konservasi dikejutkan oleh kemunculan Rafflesia hasseltii merupakan sebuah bunga langka yang selama ini sangat sulit untuk ditemukan--X Thorogoodchris1. (Foto: Dok. Wwf indonesia)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA - Untuk pertama kalinya dalam 13 tahun, para peneliti berhasil menemukan kembali Rafflesia hasseltii, salah satu spesies bunga langka yang dikategorikan hampir punah.

Bunga parasit raksasa itu muncul di kawasan hutan pesisir Sumatra Barat dan menjadi temuan penting bagi upaya konservasi flora endemik Indonesia.

Penemuan langka ini dibagikan oleh anggota tim konservasi Septian Andirki bersama Chris Thorogood, ilmuwan dari The University of Oxford Botanic Garden and Arboretum, melalui akun resmi Instagram Universitas Oxford.

Thorogood diketahui ikut terlibat langsung dalam survei lapangan.

Spesies Langka yang Menghilang Lebih dari Satu Dekade

Rafflesia hasseltii merupakan satu dari enam spesies rafflesia yang dinyatakan hampir punah dan telah masuk daftar tumbuhan yang dilindungi pemerintah.

Minimnya kemunculan bunga ini di alam membuat peneliti kesulitan memetakan populasinya.

Menurut literatur Rafflesia: Pesona Bunga Terbesar di Dunia (2011), spesies ini dikenal sebagai bunga misterius hutan Sumatra yang hanya mekar dalam waktu sangat singkat.

Karakter itu menyulitkan pemantauan rutin oleh peneliti maupun petugas konservasi.

Bunga Parasit Tanpa Akar, Batang, atau Daun

Sebagai tanaman holoparasit, Rafflesia hasseltii tidak memiliki klorofil sehingga bergantung sepenuhnya pada tumbuhan inang, khususnya akar Tetrastigma.

Keberadaannya baru dapat terlihat saat memasuki fase pembungaan.

Bunga ini memiliki diameter mencapai 30–40 sentimeter, kelopak merah tua berbintik putih, serta aroma menyerupai bangkai untuk menarik lalat penyerbuk.

Struktur lima lobus besar pada mahkotanya membentuk pola geometris alami yang khas.

Bagian tengah bunga atau disk, dengan warna lebih gelap, menjadi titik visual paling mencolok dan membedakan hasseltii dari kerabatnya seperti Rafflesia arnoldii.

Habitat Tertutup Kanopi, Sulit Dideteksi Tanpa Pengamatan Intensif

Rafflesia hasseltii tumbuh di lantai hutan hujan tropis Sumatra yang lembap dan rimbun.

Lokasinya yang tersembunyi di bawah kanopi tebal menyebabkan spesies ini kerap tidak terdeteksi meski berada di kawasan yang sama selama bertahun-tahun.

Siklus hidupnya membutuhkan waktu berbulan-bulan, namun fase mekar hanya berlangsung beberapa hari.

Kontras ekstrem ini membuat kemunculannya selalu dianggap momen penting dalam dunia botani.

Penting bagi Konservasi Flora Endemik

Penemuan kembali hasseltii dianggap sebagai bukti bahwa populasi rafflesia masih mungkin dipetakan apabila dilakukan pemantauan yang lebih intensif.

Tim konservasi berharap temuan ini mendorong riset lanjutan, termasuk perlindungan habitat dan penguatan peran masyarakat di sekitar hutan.

Temuan ini juga memberi peringatan bahwa laju degradasi hutan dapat menghapus spesies endemik sebelum sempat dipelajari lebih jauh.*


(v/um)

Editor
: Adelia Syafitri
0 komentar
Tags
beritaTerkait
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru