Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung
JAKARTA — Pemerintah menyiapkan 18 unit jembatan bailey untuk mempercepat pemulihan infrastruktur jalan dan jembatan pascabanjir bandang dan tanah longsor yang melanda Provinsi Aceh pada akhir November 2025.
Kebutuhan tersebut ditetapkan setelah Kementerian Pekerjaan Umum (PU) melakukan pemetaan dampak bencana hidrometeorologi di wilayah itu.
Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo mengatakan bencana tersebut mengakibatkan putusnya sedikitnya 15 jembatan pada sejumlah ruas jalan nasional yang menghubungkan wilayah pesisir, dataran tengah, hingga kawasan pedalaman Aceh.
Baca Juga:
Untuk penanganan darurat, pemerintah memutuskan penggunaan jembatan bailey sebagai solusi sementara guna memulihkan konektivitas antarwilayah.
"Untuk penanganan darurat, kebutuhan jembatan bailey di Provinsi Aceh ditetapkan sebanyak 18 unit," ujar Dody dalam keterangan tertulis, Sabtu, 13 Desember 2025.
Dari total kebutuhan tersebut, delapan unit jembatan bailey telah tersedia dan terpasang di sejumlah lokasi prioritas.
Sementara itu, 10 unit lainnya masih dalam proses pemenuhan dan mobilisasi dari berbagai daerah di luar Aceh.
Sebaran kebutuhan jembatan bailey meliputi sejumlah titik strategis, antara lain ruas Bireuen–Bener Meriah–Aceh Tengah, seperti Teupin Mane, Alue Kulus, Weihni Enang-enang, Weihni Rongka, Timang Gajah, Weihni Lampahan, dan Jamur Ujung.
Selain itu, jembatan bailey juga dibutuhkan di lintas Aceh Tengah–Nagan Raya hingga Lhok Seumot–Jeuram, khususnya di Jembatan Krueng Beutong.
Kebutuhan serupa terdapat di lintas Pameue–Genting Gerbang–Simpang Uning, meliputi Jembatan Krueng Pelang, Jeurata, dan Titi Merah, serta di ruas Simpang Uning–Uwaq pada Jembatan Lenang.
Sementara di wilayah Gayo Lues hingga Aceh Tenggara dan Kutacane, jembatan bailey diperlukan di Jembatan Lawe Penanggalan, Lawe Mengkudu, serta dua titik badan jalan putus pada ruas Blangkejeren–batas Gayo Lues/Aceh Tenggara.
Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, Kementerian PU memobilisasi jembatan bailey dari berbagai sumber.
Sebanyak 10 unit berasal dari Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) dan Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) di sejumlah daerah, termasuk Riau, Kalimantan Timur, Jambi, serta Depo Citeureup.
Dukungan juga datang dari badan usaha milik negara (BUMN) karya, di antaranya Adhi Karya, Hutama Karya, dan Nindya Karya.
Salah satu proses yang saat ini berlangsung adalah mobilisasi jembatan bailey dari Balikpapan menuju Lhokseumawe.
Hingga 13 Desember 2025, tiga set jembatan bailey telah dipilah dan disiapkan di Gudang BPJN Kalimantan Timur sebelum dikirim melalui Pelabuhan Kariangau menggunakan kontainer.
Dody menegaskan seluruh unit teknis Kementerian PU terus memantau progres mobilisasi dan pemasangan jembatan bailey agar penanganan darurat infrastruktur di Aceh berjalan efektif.
"Kementerian PU berupaya agar akses ini kembali fungsional secepat mungkin. Jalan dan jembatan merupakan urat nadi pergerakan masyarakat dan distribusi logistik," kata dia.*
(vo/ad)
Tags
beritaTerkait
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.