Wali Kota Medan: Rumah Anak SIGAP Harus Berjalan Berkelanjutan, Bukan Hanya Launching
MEDAN Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas menegaskan dukungan terhadap pelaksanaan program Rumah Anak SIGAP yang digagas Tanoto Fou
PEMERINTAHAN
JAKARTA— Forum Lintas Asosiasi Jasa Konstruksi (FLAJK) menilai besarnya alokasi anggaran pemerintah untuk pemulihan infrastruktur pascabencana di Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara harus dibarengi dengan kebijakan yang berpihak pada pemerataan ekonomi.
Sekretaris Jenderal FLAJK, Yakub F. Ismail, mengatakan pemulihan infrastruktur tidak seharusnya hanya berorientasi pada kecepatan penyelesaian proyek dan skala pekerjaan, tetapi juga pada keadilan distribusi manfaat pembangunan, terutama bagi pelaku jasa konstruksi skala menengah dan kecil.
"Pemulihan pascabencana seharusnya menjadi momentum untuk menggerakkan ekonomi lokal. Karena itu, keterlibatan pelaku jasa konstruksi menengah dan kecil yang memiliki kapasitas dan pengalaman sangat penting," ujar Yakub di Jakarta, Selasa.Baca Juga:
Menurut Yakub, pemerintah perlu membuka ruang yang lebih adil bagi kontraktor swasta nasional, khususnya kelompok menengah ke bawah, dalam proyek-proyek pemulihan pascabencana.
Ia menilai pola pengerjaan yang terlalu terpusat pada perusahaan besar atau badan usaha milik negara berpotensi menghambat pemerataan ekonomi di daerah terdampak.
Ia mendorong agar skema pengadaan proyek disusun secara transparan dan terdistribusi, termasuk melalui pemecahan paket pekerjaan, pendampingan teknis, serta dukungan pembiayaan bagi kontraktor kecil dan menengah.
"Dengan desain kebijakan yang tepat dan berpihak, kualitas pekerjaan tetap terjaga, sementara ekonomi daerah dapat bergerak dan tumbuh secara berkelanjutan," kata Yakub.
Yakub, yang juga menjabat Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Perusahaan Konstruksi Indonesia (ASPERKONI), mencontohkan pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai model kolaborasi pembangunan yang dinilai inklusif.
Program tersebut melibatkan pelaku usaha kecil dan menengah, menciptakan lapangan kerja, serta memperkuat rantai pasok lokal.
Menurut dia, pendekatan serupa dapat diterapkan dalam pembangunan infrastruktur pascabencana, dengan menjadikan kontraktor skala menengah dan kecil sebagai bagian dari ekosistem pemulihan.
"Pemulihan infrastruktur tidak hanya soal membangun kembali fisik, tetapi juga membangun kembali ekonomi dan kemandirian masyarakat di wilayah terdampak," ujarnya.*
(dh)
MEDAN Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas menegaskan dukungan terhadap pelaksanaan program Rumah Anak SIGAP yang digagas Tanoto Fou
PEMERINTAHAN
BINJAI Badan Narkotika Nasional Kota (BNNK) Binjai menggandeng Bank Mandiri dalam upaya memperkuat sinergi program pencegahan dan pember
NASIONAL
MEDAN Pemerintah Provinsi Sumatera Utara menerima bantuan kemasyarakatan dari Presiden Republik Indonesia berupa sapi kurban berbobot 1,
PEMERINTAHAN
JAKARTA Presiden Prabowo Subianto yang pernah menyatakan akan mengambil unsur terbaik dari sosialisme dan kapitalisme dinilai tengah mem
EKONOMI
JAKARTA Sejumlah asosiasi petani hingga pelaku usaha kelapa sawit mengadukan anjloknya harga Tanda Buah Segar (TBS) kepada Wakil Menteri
PERTANIAN AGRIBISNIS
LAOS Tim penyelamat gabungan Laos dan Thailand bersama sejumlah ahli internasional berpacu dengan waktu untuk mengevakuasi tujuh warga d
INTERNASIONAL
JAKARTA Wakil Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Yorrys Raweyai menilai praktik eksploitasi sumber daya alam di Papua bukanlah fenomena
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik S. Deyang menyatakan pihaknya mendukung langkah pemerintah dalam melakukan efisiens
EKONOMI
MEDAN Pemerintah Provinsi Sumatera Utara menegaskan pemanfaatan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) oleh aparatur sipil
PEMERINTAHAN
MEDAN Pemerintah Provinsi Sumatera Utara mengalokasikan anggaran sebesar Rp1,3 triliun untuk pembangunan infrastruktur pada tahun 2026.
PEMERINTAHAN