BREAKING NEWS
Selasa, 14 April 2026

Kemenimipas Lepas 428 Napi Aceh Tamiang Akibat Banjir, Prioritaskan Keselamatan

Abyadi Siregar - Senin, 29 Desember 2025 13:06 WIB
Kemenimipas Lepas 428 Napi Aceh Tamiang Akibat Banjir, Prioritaskan Keselamatan
Ilustrasi. (foto: AI/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA – Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas) melepaskan 428 warga binaan pemasyarakatan (WBP) dari Lapas Kelas II B Kuala Simpang, Aceh Tamiang, sebagai langkah kemanusiaan akibat terdampak bencana banjir dan tanah longsor di wilayah tersebut.

"Untuk wilayah Aceh terdapat satu UPT yaitu Lapas Kelas II B Kuala Simpang, Tamiang yang melepaskan seluruh WBP dengan alasan kemanusiaan," ujar Sekjen Kemenimipas, Asep Kurnia, dalam acara refleksi akhir tahun Kemenimipas di Jakarta, Senin (29/12/2025).

Bencana yang melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat juga berdampak pada sejumlah lapas lain.

Baca Juga:

Secara total, terdapat 18 UPT Kemenimipas terdampak, yakni 10 di Aceh dan 8 di Sumatera Utara.

Pelepasan narapidana di Aceh Tamiang sebelumnya telah diumumkan oleh Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Agus Andrianto.

Menurut Agus, keputusan ini diambil karena kondisi banjir yang sudah menyentuh atap lapas, sehingga keselamatan warga binaan menjadi prioritas.

"Bahkan ada satu lapas di Aceh Tamiang yang karena sudah sampai di atap, warga binaan pemasyarakatan yang ada di sana harus dikeluarkan dengan alasan kemanusiaan," kata Agus kepada wartawan di Jakarta, Jumat (5/12).

Hingga kini, keberadaan narapidana yang dilepaskan masih belum sepenuhnya diketahui.

Agus menyebut bahwa setelah kondisi bencana dinyatakan aman dan kondusif, pihaknya akan melakukan pencarian dan proses pengembalian WBP ke lapas masing-masing.

Langkah ini menunjukkan prioritas Kemenimipas terhadap keselamatan warga binaan di tengah situasi darurat bencana alam yang melanda Sumatera akhir tahun ini.*


(kp/ad)

Editor
: Adelia Syafitri
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Pengibaran Bendera GAM di Aceh, Hasto: Bendera Negara Hanya Merah Putih, Jangan Ada Agenda Politik
Mendagri Tito: Lambatnya Data Korban Hambat Penyaluran Bantuan Bencana Sumatera
KSAD Maruli: Penanganan Banjir dan Longsor Sumatera Paling Cepat Sepanjang Pengalaman Saya
KSAD Ungkap Dugaan Sabotase Jembatan Bailey di Wilayah Bencana: Baut Dilepas, Biadab!
3.700 Sekolah Rusak Akibat Banjir dan Longsor di Sumatera, Pemerintah Kejar Pemulihan Jelang Tahun Ajaran Baru
Kemensos Salurkan Rp100,48 Miliar untuk Korban Banjir di Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru