"Rencana pembangunan Tol Lembah Anai sudah saya sampaikan kepada Presiden, dan beliau menyatakan setuju," kata Dody saat ditemui di Kementerian Pekerjaan Umum, Jakarta Selatan, Jumat, 16 Januari 2026.
Dody menegaskan pembangunan tol tersebut tidak bisa dilakukan dalam waktu singkat.
Infrastruktur yang direncanakan mencakup pembangunan terowongan dan jalur permanen baru yang membutuhkan proses perencanaan dan konstruksi bertahun-tahun.
"Ini pekerjaan besar, tidak bisa satu atau dua hari. Bisa memakan waktu satu hingga dua tahun, bahkan lebih," ujarnya.
Direktur Jenderal Bina Marga Kementerian PU, Roy Rizali Anwar, mengatakan proyek Tol Lembah Anai saat ini masih berada pada tahap awal.
Pemerintah tengah menyiapkan studi kelayakan, pra-studi kelayakan, kajian Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal), serta perencanaan dinding penahan tanah.
"Setelah tahapan tersebut selesai, barulah masuk ke proses lelang, penyusunan desain detail, dan pelaksanaan konstruksi," kata Roy.
Sebelumnya, Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Andre Rosiade bersama Menteri PU Dody Hanggodo meninjau langsung lokasi terdampak bencana di Lembah Anai, Kabupaten Tanah Datar.
Dalam kunjungan itu, Andre mendorong percepatan pembangunan lanjutan Tol Sicincin–Bukittinggi yang dilengkapi terowongan sebagai jalur alternatif permanen.
Menurut Andre, pembangunan terowongan menjadi solusi strategis mengingat jalur Lembah Anai kerap terputus akibat longsor dan banjir bandang.
"Harus ada tol dan terowongan sebagai jalur aman dan berkelanjutan," ujarnya.*
(d/dh)
Editor
: Adelia Syafitri
Prabowo Setujui Pembangunan Tol Lembah Anai, Solusi Jalur Rawan Longsor