Puing-puing tersebar di area perbukitan dengan ketinggian yang bervariasi, sebagian berada di puncak, sebagian lain terpisah di lereng.
"Kami mengevakuasi jenazah melalui darat terlebih dahulu. Jika cuaca membaik, helikopter akan dikerahkan untuk mendukung pencarian di puncak," ujar Bangun.
Pencarian masih berlanjut untuk sembilan korban lainnya yang kemungkinan terpisah di berbagai titik.
Bangun menekankan agar keluarga mempercayakan proses evakuasi kepada tim SAR, mengingat medan yang sulit dan kondisi cuaca yang tidak menentu.
Pesawat ATR 42-500 itu tengah melakukan misi pemantauan untuk Kementerian Kelautan dan Perikanan sebelum hilang kontak pada Sabtu (17/1/2026).
Hingga kini, Tim SAR gabungan terus memetakan lokasi puing dan korban untuk memastikan seluruh penumpang dapat ditemukan dengan aman.*
(dw/dh)
Editor
: Adam
Satu Korban Pesawat ATR 42-500 Ditemukan, Evakuasi Dilakukan Jalur Darat