Pemerintah Perkuat JKP, Menaker: Negara Hadir Saat Pekerja Kehilangan Pekerjaan
JAKARTA Menteri Ketenagakerjaan Yassierli menegaskan pemerintah terus memperkuat peran negara dalam memberikan perlindungan bagi pekerja
NASIONAL
JAKARTA — Pemerintah memastikan hak atas tanah masyarakat terdampak bencana di Sumatera tetap terlindungi meski sertifikat hilang atau rusak.
Pernyataan ini disampaikan Menteri Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Nusron Wahid dalam Rapat Kerja dengan Komisi II DPR RI, Senin (19/1/2026), di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta.
Menurut Nusron, setiap jengkal tanah masyarakat yang terdampak banjir dan longsor akan dijamin oleh negara.Baca Juga:
"Dalam setiap peristiwa bencana, pemerintah memiliki tanggung jawab untuk memastikan kepastian status tanah bagi masyarakat. Kepastian ini bukan hanya untuk administrasi, tapi bentuk hadirnya negara melindungi hak rakyat, khususnya mereka yang berada dalam kondisi paling rentan," ujar Nusron.
Kementerian ATR/BPN melakukan inventarisasi dan identifikasi tanah para korban. Tanah terdampak bencana dibagi menjadi dua kategori: tanah musnah dan tanah terdampak.
- Tanah musnah: tanah yang hilang akibat bencana. Pemerintah akan menerbitkan SK Penetapan Tanah Musnah sebagai bukti legalitas.
- Tanah terdampak tapi tidak musnah: pemerintah mendorong rekonstruksi dan reklamasi sesuai kondisi teknis di lapangan.
Bagi pemilik tanah yang sertifikatnya hilang atau rusak, Nusron menegaskan hak mereka tetap diakui. Sertifikat pengganti akan diterbitkan sesuai ketentuan hukum.
"Negara menjamin hak tersebut tetap diakui, sehingga masyarakat tidak kehilangan legalitas atas tanahnya," ujarnya.
Selain itu, Nusron melihat bencana sebagai momentum untuk mendorong pendaftaran tanah pertama kali bagi tanah yang belum terdaftar, sehingga masuk ke dalam sistem hukum pertanahan nasional.
Dalam menangani kerusakan infrastruktur, Kementerian ATR/BPN telah menyiapkan anggaran Rp 3,1 miliar untuk pelayanan sementara akibat empat kantor pertanahan yang terdampak di Sumatera, termasuk Kantor Pertanahan Kabupaten Aceh Tamiang, Bener Meriah, Aceh Tengah, dan Gayo Lues.
"Bencana ini menyebabkan beberapa kantor pertanahan terisolir. Anggaran ini digunakan untuk memastikan pelayanan pertanahan tetap berjalan bagi masyarakat," jelas Nusron.
Langkah-langkah ini menjadi bukti komitmen pemerintah untuk menjamin hak atas tanah rakyat tetap terlindungi, sekaligus memperkuat pelayanan publik pasca-bencana.*
JAKARTA Menteri Ketenagakerjaan Yassierli menegaskan pemerintah terus memperkuat peran negara dalam memberikan perlindungan bagi pekerja
NASIONAL
JAKARTA Bareskrim Polri menyita aset senilai Rp 15,3 miliar milik keluarga bandar narkoba Erwin Iskandar alias Ko Erwin. Penyitaan terse
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Arifah Fauzi menyampaikan permintaan maaf kepada publik terkait pern
NASIONAL
MEDAN Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Polda Sumut) bergerak cepat menindaklanjuti viralnya video yang memperlihatkan seorang personel
HUKUM DAN KRIMINAL
MEDAN Keluarga almarhumah Khoiriah Harahap di Kabupaten Mandailing Natal (Madina) menolak penyelesaian perkara kecelakaan lalu lintas me
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Menteri Lingkungan Hidup sekaligus Kepala Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH), Jumhur Hidayat, menegaskan bahwa industri ekstra
NASIONAL
JAKARTA Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa Mukhtaruddin Ashraff Abu, suami Bupati Pekalongan Fadia Arafiq, dalam penyidikan ka
HUKUM DAN KRIMINAL
MEDAN Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Muhammad Bobby Afif Nasution resmi menetapkan Petunjuk Teknis (Juknis) Pelaksanaan Sistem Penerima
PENDIDIKAN
JAKARTA Solidaritas antardaerah dalam upaya pemulihan pascabencana hidrometeorologi di Pulau Sumatra terus menunjukkan penguatan. Pemeri
NASIONAL
JAKARTA Eks Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Immanuel Ebenezer atau Noel Ebenezer menyatakan akan menggugat Komisi Pemberantasa
HUKUM DAN KRIMINAL