Presiden Prabowo Subianto bertemu dengan Perdana Menteri Inggris Keir Starmer di Kantor Perdana Menteri Inggris, 10 Downing Street, London, Selasa (20/1/2026). (foto: @SkyNews/X)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
LONDON — Presiden Prabowo Subianto menyinggung penguatan kerja sama maritim dan pendidikan dalam pertemuannya dengan Perdana Menteri Inggris Keir Starmer di Kantor Perdana Menteri Inggris, 10 Downing Street, London, Selasa (20/1/2026).
Dua sektor tersebut akan dituangkan dalam kesepakatan bilateral Indonesia–Inggris yang dijadwalkan ditandatangani hari ini.
Pertemuan berlangsung di lantai dua Kantor PM Inggris. Prabowo menyambut baik rencana kerja sama tersebut karena dinilai strategis bagi kepentingan jangka panjang kedua negara.
"Kerja sama ini penting untuk mendorong pembangunan ekonomi sekaligus penguatan sumber daya manusia," kata Prabowo dalam pertemuan itu.
Di sektor maritim, Indonesia dan Inggris akan menandatangani nota kesepahaman (MoU) terkait pembuatan kapal tangkap ikan.
Program ini ditujukan untuk memperkuat armada nelayan nasional, meningkatkan produktivitas perikanan, serta menjaga keberlanjutan sumber daya laut.
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi sebelumnya menjelaskan, kerja sama pembuatan kapal tangkap ikan diperlukan mengingat dua pertiga wilayah Indonesia merupakan perairan.
"Kebutuhan kapal tangkap ikan mencapai puluhan ribu unit. Kita membuka kerja sama dengan siapa pun, baik dari dalam maupun luar negeri," ujar Prasetyo di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin, 19 Januari.
Selain maritim, Prabowo juga membahas kerja sama pendidikan tinggi. Pemerintah Indonesia akan menjalin kemitraan dengan Russell Group, konsorsium 24 universitas papan atas di Inggris.
Kerja sama ini mencakup pengembangan riset, pendidikan tinggi, dan peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Stella Christie mengatakan Prabowo secara khusus mengarahkan agar kemitraan pendidikan hanya dilakukan dengan universitas kelas dunia.
"Bapak Presiden ingin bekerja sama dengan yang paling top. Russell Group adalah kelompok universitas terbaik di Inggris," kata Stella.