Lima Pekan Terjebak Kabut Asap, Ribuan Warga Pontianak Gelar Salat Istisqa Minta Hujan Turun
PONTIANAK Ribuan warga Kota Pontianak, Kalimantan Barat, menggelar salat istisqa di halaman Masjid Raya Mujahidin untuk memohon hujan di t
PERISTIWA
JAKARTA - Peneliti Ahli Utama Pusat Riset Iklim dan Atmosfer Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Eddy Hermawan, mengingatkan ancaman serius tenggelamnya kawasan pesisir Pulau Jawa, khususnya wilayah Pantai Utara Jawa (Pantura).
Ia menilai pendekatan pembangunan dinding laut raksasa atau giant sea wall berpotensi menimbulkan risiko baru karena menambah beban pada tanah pesisir yang sudah rentan.
"Jangan gunakan giant wall. Karena itu beratnya minta ampun. Dia akan menenggelamkan," kata Eddy, Rabu, 4 Februari 2026.Baca Juga:
Menurut Eddy, solusi berbasis alam (nature-based solutions) justru lebih realistis untuk menghadapi ancaman kenaikan muka air laut dan penurunan tanah (land subsidence).
Ia mendorong pengembalian fungsi alam melalui sistem pemecah gelombang alami dengan konsep main loop, yakni memecah energi gelombang secara bertahap sebelum mencapai daratan.
Salah satu cara yang diusulkan adalah pemanfaatan hutan mangrove sebagai penyangga alami.
Vegetasi mangrove dinilai mampu meredam energi gelombang laut sehingga tidak langsung menghantam kawasan permukiman.
"Back to natural. Gelombang besar itu harus dipecah bertahap. Mangrove berfungsi sebagai buffer," ujar Eddy.
Selain perlindungan alami, Eddy menekankan pentingnya keselamatan penduduk pesisir melalui relokasi yang terencana.
Ia mengusulkan agar permukiman dipindahkan minimal 500 meter dari garis pantai dan berada di lokasi yang lebih tinggi untuk mengurangi risiko banjir rob maupun tsunami.
"Penduduk jangan tinggal dekat pantai. Sudah dijauhkan, dinaikkan pula elevasinya. Ini soal keselamatan," kata dia.
Eddy menilai pendekatan alami lebih masuk akal karena krisis iklim global, termasuk mencairnya es di kutub, tidak dapat dihentikan secara instan oleh teknologi.
PONTIANAK Ribuan warga Kota Pontianak, Kalimantan Barat, menggelar salat istisqa di halaman Masjid Raya Mujahidin untuk memohon hujan di t
PERISTIWA
JOMBANG Muktamar ke35 Nahdlatul Ulama (NU) meminta pemerintah mengevaluasi keberadaan Koperasi Merah Putih agar benarbenar menjadi kekua
NASIONAL
MEDAN Satuan Reserse Narkoba Polrestabes Medan menggerebek sebuah rumah yang diduga menjadi sarang peredaran narkoba di Jalan PWI, Gang Gi
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) cenderung bergerak stagnan sepanjang sepekan terakhir. Pada penutupan perda
EKONOMI
JEDDAH Indonesia mendesak Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) mengambil langkah nyata untuk merespons berbagai tindakan Israel di wilayah Pa
INTERNASIONAL
JAKARTA Harga emas Antam hari ini, Minggu (30/8/2026), masih bertahan di level Rp2.670.000 per gram. Harga tersebut tidak berubah dibandin
EKONOMI
ACEH TIMUR Kapolres Aceh Timur AKBP Irwan Kurniadi mengimbau masyarakat tidak membuka atau mengelola lahan dengan cara membakar. Langkah t
NASIONAL
BENER MERIAH Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Hutan Lindung Kaki Gunung Burni Telong, Kampung Wih Pesam, Kecamatan Wih Pesa
NASIONAL
KATHMANDU Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI memastikan sekitar 45 warga negara Indonesia (WNI) yang berada di Nepal dalam kondisi aman. H
INTERNASIONAL
JAKARTA Pengamat politik Hendri Satrio menilai gelaran Merdeka Run 2026 yang diikuti lebih dari 12.000 peserta merupakan bentuk komunikasi
NASIONAL