Janji Jokowi untuk Masyarakat Dayak: Dayak Center Segera Dibangun di IKN
SOLO Mantan Presiden RI, Joko Widodo, memberikan dukungan penuh terhadap rencana pembangunan Dayak Center di kawasan Ibu Kota Nusantara
NASIONAL
JAKARTA – Sebuah kisah pilu menimpa kawasan Pejaten Raya, Kecamatan Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Seorang bayi perempuan berusia dua hari ditemukan di dalam tas belanja hitam yang ditinggalkan di gerobak nasi uduk, Selasa (3/3/2026) sore.
Peristiwa ini menimbulkan pertanyaan besar: bagaimana seorang anak bisa memikul beban keputusan sebesar itu?
Bayi tersebut pertama kali ditemukan oleh seorang warga bernama Dinda setelah mendengar tangisan dari gerobak yang terparkir di depan rumahnya.Baca Juga:
Polisi mengungkapkan, dalam tas ditemukan sepucuk surat dari Z, kakak bayi berusia 12 tahun, yang menulis bahwa ibu mereka meninggal saat melahirkan.
"Assalamualaikum, Bapak/Ibu yang menemukan adik saya, saya Z ingin minta tolong untuk merawat adik saya, karena ibu saya meninggal saat melahirkan," tulis Z.
Selain surat, tas berisi perlengkapan bayi, termasuk susu formula, tisu basah, dan sarung tangan. Bayi kemudian dibawa ke Puskesmas Pasar Minggu untuk perawatan awal sebelum diserahkan ke Dinas Sosial.
Kemiskinan dan Sistem yang Gagal
Ketua Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA), Agustinus Sirait, menilai kasus ini mencerminkan persoalan kemiskinan yang belum terselesaikan dan lemahnya perlindungan sosial bagi kelompok rentan.
"Satu, faktor kemiskinan, ini menjadi salah satunya. Tapi ini adalah potret kepedulian kita dan lemahnya perlindungan sosial," kata Agustinus, Kamis (5/3/2026).
Sosiolog Universitas Gadjah Mada, A.B. Widyanta, menambahkan, tragedi ini bukan sekadar persoalan individu, melainkan indikasi kegagalan struktural yang menimpa anak-anak.
Kemiskinan yang tidak tertangani dengan baik dapat menimbulkan rasa malu, bersalah, hingga hilangnya rasa layak hidup pada anak.
"Matinya harapan anak adalah matinya masa depan Indonesia. Kepiluan anak, keluarga, adalah kepiluan bangsa," ujarnya.
Harapan dan Tanggung Jawab Bersama
Kasus ini menjadi pengingat bahwa perlindungan anak bukan hanya tanggung jawab keluarga, tetapi juga masyarakat dan negara.
Rumah ibadah, RPTRA, taman bermain, dan ruang sosial seharusnya dapat menjadi titik awal bagi anak untuk meminta pertolongan ketika menghadapi kesulitan.
Kejadian tragis di Pejaten ini menuntut perhatian lebih dari pemerintah, lembaga perlindungan anak, dan masyarakat agar anak-anak dari keluarga rentan tidak terpaksa menempuh jalan ekstrem.*
(k/dh)
SOLO Mantan Presiden RI, Joko Widodo, memberikan dukungan penuh terhadap rencana pembangunan Dayak Center di kawasan Ibu Kota Nusantara
NASIONAL
JAKARTA Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menunjuk Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Bahlil Lahadalia, sebagai Ketua
EKONOMI
JAKARTA Penetapan status tersangka terhadap mantan Menteri Agama, Yaqut Cholil Qoumas, dinilai belum sah apabila belum didahului audit i
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Direktur Eksekutif Lokataru Foundation, Delpedro Marhaen, mengajukan uji materi terhadap sejumlah pasal dalam Kitab UndangUndan
HUKUM DAN KRIMINAL
MEDAN Mantan Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Sumatera Utara, Topan Obaja Putra Ginting (42), dituntut pid
HUKUM DAN KRIMINAL
MOSKWA Pemerintah Rusia menyatakan hingga kini belum menerima permintaan bantuan militer dari Iran, menyusul serangan udara yang dilanca
INTERNASIONAL
DENPASAR Kantor Wilayah Kementerian Hukum Bali melaksanakan penandatanganan Perjanjian Pelaksanaan Bantuan Hukum Tahun Anggaran 2026, Ka
HUKUM DAN KRIMINAL
BATAM Suasana histeris pecah di ruang sidang utama Pengadilan Negeri (PN) Batam, Kamis (5/3/2026), saat majelis hakim menjatuhkan vonis
HUKUM DAN KRIMINAL
MEDAN Koalisi Masyarakat Sipil untuk Keadilan Ekologis mendesak PT Gunung Raya Utama Timber Industries (GRUTI) dan PT Teluk Nauli menghe
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Bareskrim Polri resmi menetapkan YouTuber Muhammad Jannah alias Bigmo dan Adimas Firdaus alias Resbob sebagai tersangka dalam ka
ENTERTAINMENT