Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung
JAKARTA – Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyoroti harga obat di Indonesia yang dinilai jauh lebih mahal dibanding negara tetangga, seperti Malaysia.
Dalam pernyataannya Jumat (13/3/2026), Budi mengungkap dugaan adanya praktik korupsi sistemik yang memengaruhi rantai industri kesehatan, sehingga membebani masyarakat.
"Kalau dibanding Malaysia, selisih harga bisa tiga sampai lima kali lebih mahal. Obat kolesterol seperti Crestor dan Lipitor contohnya, di Malaysia jauh lebih murah," ujar Menkes Budi saat penandatanganan nota kesepahaman dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Jakarta.
Baca Juga:
Budi menilai selisih harga tersebut tidak bisa dijustifikasi hanya dengan pajak atau biaya distribusi. Menurutnya, ada faktor lain dalam ekosistem industri kesehatan yang membuat harga obat membengkak hingga 500 persen.
"Bagaimana bisa jadi 500 persen lebih mahal? Itu pasti ada hal lain yang tidak diungkap," tegasnya.
Langkah Kementerian Kesehatan dan KPK
Untuk menekan potensi korupsi dan memperbaiki tata kelola industri kesehatan, Kementerian Kesehatan menggandeng KPK.
Tujuannya, tidak hanya merapikan internal kementerian, tetapi juga memperbaiki seluruh ekosistem, termasuk perusahaan farmasi, rumah sakit, dokter, dan penyedia asuransi kesehatan.
Budi menekankan, keterlibatan semua pihak penting untuk memastikan transparansi dan mengurangi beban biaya bagi masyarakat.
"Semua bagian dari ekosistem ini harus dibenahi agar layanan kesehatan lebih efisien dan terjangkau," ujarnya.
Dengan upaya ini, pemerintah berharap harga obat di Indonesia bisa lebih kompetitif, mendekati standar internasional, dan lebih bersahabat bagi masyarakat luas.*
(in/dh)
Tags
beritaTerkait
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.