BREAKING NEWS
Kamis, 25 Juni 2026

Harga Obat di Indonesia Dinilai Mahal, Menkes Soroti Dugaan Korupsi di Industri Kesehatan

- Jumat, 13 Maret 2026 16:58 WIB
Harga Obat di Indonesia Dinilai Mahal, Menkes Soroti Dugaan Korupsi di Industri Kesehatan
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin. (Foto: kemkes)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyoroti harga obat di Indonesia yang dinilai jauh lebih mahal dibanding negara tetangga, seperti Malaysia.

Dalam pernyataannya Jumat (13/3/2026), Budi mengungkap dugaan adanya praktik korupsi sistemik yang memengaruhi rantai industri kesehatan, sehingga membebani masyarakat.

"Kalau dibanding Malaysia, selisih harga bisa tiga sampai lima kali lebih mahal. Obat kolesterol seperti Crestor dan Lipitor contohnya, di Malaysia jauh lebih murah," ujar Menkes Budi saat penandatanganan nota kesepahaman dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Jakarta.

Baca Juga:

Budi menilai selisih harga tersebut tidak bisa dijustifikasi hanya dengan pajak atau biaya distribusi. Menurutnya, ada faktor lain dalam ekosistem industri kesehatan yang membuat harga obat membengkak hingga 500 persen.

"Bagaimana bisa jadi 500 persen lebih mahal? Itu pasti ada hal lain yang tidak diungkap," tegasnya.

Langkah Kementerian Kesehatan dan KPK

Untuk menekan potensi korupsi dan memperbaiki tata kelola industri kesehatan, Kementerian Kesehatan menggandeng KPK.

Tujuannya, tidak hanya merapikan internal kementerian, tetapi juga memperbaiki seluruh ekosistem, termasuk perusahaan farmasi, rumah sakit, dokter, dan penyedia asuransi kesehatan.

Budi menekankan, keterlibatan semua pihak penting untuk memastikan transparansi dan mengurangi beban biaya bagi masyarakat.

"Semua bagian dari ekosistem ini harus dibenahi agar layanan kesehatan lebih efisien dan terjangkau," ujarnya.

Dengan upaya ini, pemerintah berharap harga obat di Indonesia bisa lebih kompetitif, mendekati standar internasional, dan lebih bersahabat bagi masyarakat luas.*

(in/dh)

Editor
: Nurul
0 komentar
Tags
beritaTerkait
KPK Tangkap Bupati Cilacap! Begini Riwayat Politik Putra Daerah yang Moncer
Polda Sumut dan Bulog Luncurkan Gerakan Pangan Murah, Targetkan Stabilisasi Harga Jelang Lebaran
Purbaya Yudhi Sadewa Buka Opsi Pelebaran Defisit APBN 2026 Terkait Gejolak Global
Lagi! KPK Gelar OTT di Cilacap, Identitas dan Dugaan Korupsi Masih Dirahasiakan
Sambil Menangis, Rasuli Efendi Siregar Sampaikan Pleidoi Akui Kesalahan dan Minta Kesempatan Memperbaiki Hidup
KPK Ungkap Dugaan Eks Menag Yaqut Coba Suap Pansus Haji DPR USD 1 Juta Tapi Ditolak
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru