BREAKING NEWS
Kamis, 13 Agustus 2026

Berhentilah Memprovokasi Negeri

Redaksi - Kamis, 13 Agustus 2026 08:57 WIB
Berhentilah Memprovokasi Negeri
Ilustrasi. (foto: AI/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

Oleh: Prof Dr Ahmad Sihabudin M.Si

DI TENGAH derasnya arus informasi, kita hidup pada sebuah zaman ketika kabar bergerak lebih cepat daripada pikiran.

Sebuah pernyataan yang belum tentu benar dapat mengelilingi negeri ini hanya dalam hitungan menit.

Baca Juga:

Sebuah dugaan dapat berubah menjadi "fakta" hanya karena diulang berkali-kali. Di ruang digital, kecepatan sering kali lebih dihargai daripada kebenaran, sedangkan sensasi lebih laris daripada verifikasi.

Di sinilah makna tabayyun menjadi semakin relevan. Tabayyun bukan sekadar memeriksa benar atau salah sebuah berita. Tabayyun adalah sikap intelektual sekaligus sikap moral.

Ia mengajarkan manusia untuk menahan diri, tidak tergesa-gesa menyimpulkan, tidak mudah terpancing emosi, dan tidak menjadikan prasangka sebagai dasar penilaian.

Sayangnya, justru pada era ketika teknologi informasi semakin maju, praktik tabayyun semakin sering ditinggalkan.

Yang dikejar bukan lagi ketepatan informasi, melainkan jumlah tayangan, jumlah pengikut, jumlah "like", dan jumlah pelanggan. Dalam perlombaan mengejar perhatian publik, sebagian orang rela mengorbankan akurasi.

Akibatnya, ruang publik dipenuhi kabar yang belum tentu benar, analisis yang dibangun di atas asumsi, bahkan ramalan-ramalan yang lebih dekat kepada spekulasi daripada kajian ilmiah.

Belakangan ini, masyarakat juga disuguhi berbagai narasi yang menggambarkan seolah-olah bangsa ini sedang berada di ambang kehancuran.

Ada yang mengatakan negara akan runtuh. Ada yang memperkirakan kekacauan besar segera terjadi. Ada pula yang menggambarkan masa depan Indonesia seakan hanya tinggal menunggu waktu untuk mengalami kolaps.

Sebagai warga negara, tentu kita boleh mengkritik pemerintah. Kritik merupakan bagian penting dari kehidupan demokrasi.

Editor
: Adelia Syafitri
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Polemik Patriot Bond: Perlindungan Investor dan Penelusuran Dana Ilegal Jadi Sorotan
Rakor Forkopimda Sumatera 2026, Bupati Asahan Tegaskan Komitmen Jaga Stabilitas dan Percepat Pembangunan
TP PKK Asahan dan Organisasi Perempuan Gelar Bhakti Sosial Keagamaan, Kunjungi Panti Asuhan dan Panti Jompo
Wakil Bupati Asahan Buka Rapat Gugus Tugas Reforma Agraria 2026, Dorong Penataan Tanah Berkeadilan
HUT ke-81 RI, Pemprov Sumut Tegaskan Komitmen Bangun Wilayah 3T hingga Kepulauan Nias
TKD 2027 Belum Jelas, Bobby Nasution Desak Kepastian Anggaran Rp1,1 Triliun untuk Sumut
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru