Polri Minta Publik Percaya Kejagung Tuntaskan Kasus Febrie Adriansyah
JAKARTA Polri mengajak masyarakat memberikan kepercayaan penuh kepada Kejaksaan Agung (Kejagung) untuk melanjutkan proses hukum dalam ka
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA - Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) pascabencana Sumatera melaporkan progres normalisasi sungai dan muara di tiga provinsi, yakni Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Ketua Satgas PRR, Muhammad Tito Karnavian, menyebut dari total 79 sungai nasional terdampak bencana hidrometeorologi, sebanyak 38 sungai telah berhasil dinormalisasi atau sekitar 48 persen.
Sementara itu, dari 43 sungai daerah yang terdampak, sebanyak 16 sungai atau sekitar 37 persen telah dinormalisasi oleh pemerintah daerah.Baca Juga:
"Di Aceh, dari 24 sungai nasional yang terdampak, 13 sudah dinormalisasi. Sementara dari tujuh sungai daerah, dua sudah ditangani," ujar Tito dalam keterangannya, Kamis (9/4/2026).
Untuk wilayah Sumatera Utara, dari 23 sungai nasional terdampak, baru empat yang berhasil dinormalisasi. Sedangkan dari 25 sungai daerah, sebanyak 10 telah ditangani.
Adapun di Sumatera Barat, dari 32 sungai nasional terdampak, 21 di antaranya telah dinormalisasi. Sementara dari 11 sungai daerah, empat sudah ditangani.
Selain sungai, normalisasi juga dilakukan terhadap muara. Dari total 38 muara terdampak, sebanyak 10 muara atau sekitar 26 persen telah dinormalisasi, sementara sisanya masih dalam proses pengerjaan.
Tito menjelaskan, sebagian besar sungai mengalami pendangkalan akibat sedimentasi yang cukup parah, sehingga membutuhkan penanganan jangka panjang.
"Saya perkirakan paling cepat dua tahun, bisa sampai tiga tahun. Kita belajar dari pengalaman sebelumnya, proses seperti ini memang membutuhkan waktu," katanya.
Ia menambahkan, kondisi sungai yang terdampak bervariasi, mulai dari sedimentasi berat, kerusakan tanggul, hingga perubahan alur sungai.
Pemerintah pun menegaskan akan terus mempercepat proses normalisasi. Sebab, jika tidak segera ditangani, kondisi tersebut berpotensi memperparah risiko banjir di wilayah terdampak.
"Muara juga perlu dinormalisasi. Kalau tersumbat, air tidak bisa mengalir dan berpotensi menyebabkan banjir lebih luas," jelasnya.*
(d/dh)
JAKARTA Polri mengajak masyarakat memberikan kepercayaan penuh kepada Kejaksaan Agung (Kejagung) untuk melanjutkan proses hukum dalam ka
HUKUM DAN KRIMINAL
MALANG Presiden Prabowo Subianto meninjau mesin pengolah sampah sebelum menghadiri panen raya serentak program ketahanan pangan bersama
NASIONAL
SIBOLANGIT Aparat gabungan bergerak cepat menangani kecelakaan beruntun yang melibatkan sembilan kendaraan di Jalan Jamin Ginting Km 44
PERISTIWA
BANDA ACEH Kapolda Aceh Irjen Pol. Ruddi Setiawan melakukan kunjungan silaturahmi ke Markas Kodam Iskandar Muda, Jumat (17/7/2026). Pert
NASIONAL
JAKARTA Polri resmi melimpahkan penanganan perkara dugaan korupsi dan tindak pidana pencucian uang (TPPU) yang menjerat mantan Jaksa Agu
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Kejaksaan Agung (Kejagung) memeriksa mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus), Febrie Adriansyah, sebagai tersan
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik S Deyang tidak menghadiri rapat dengar pendapat (RDP) bersama Komisi IX DPR RI, Jumat (17
NASIONAL
JAKARTA Penyidik Polri dan Polda Metro Jaya melimpahkan tersangka dugaan korupsi dan tindak pidana pencucian uang (TPPU) dari klaster sw
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menolak laporan gratifikasi yang diajukan Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni terkait penerima
NASIONAL
JAKARTA Polda Metro Jaya memastikan barang bukti berupa 74 kilogram emas batangan serta mata uang asing yang akan dilimpahkan ke Kejaksa
HUKUM DAN KRIMINAL