BREAKING NEWS
Minggu, 19 April 2026

Fahri Hamzah Ungkap Prabowo Tak Ingin Dua Periode Jika Tak Berprestasi: Beliau Malu

Abyadi Siregar - Sabtu, 18 April 2026 16:59 WIB
Fahri Hamzah Ungkap Prabowo Tak Ingin Dua Periode Jika Tak Berprestasi: Beliau Malu
Presiden Prabowo Subianto. (foto: tangkapan layar yt setpres)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA — Wakil Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Fahri Hamzah mengungkapkan pernyataan Presiden Prabowo Subianto terkait peluang dirinya kembali maju dalam Pemilihan Presiden 2029.

Menurut Fahri, Prabowo menyatakan tidak ingin kembali menjabat jika tidak mampu menunjukkan kinerja yang berprestasi.

Pernyataan itu disampaikan Fahri dalam sebuah podcast Gaspol! yang tayang di kanal YouTube Kompas.com, Sabtu, 18 April 2026.

Baca Juga:

Ia menirukan ucapan Prabowo yang disebut menilai jabatan publik harus disertai capaian konkret bagi masyarakat.

"Beliau bilang, 'Saya malu kalau saya enggak berprestasi. Saya enggak berani (menjabat lagi),'" kata Fahri menirukan Prabowo dalam tayangan tersebut.

Fahri menilai pernyataan itu menunjukkan standar tinggi yang diterapkan Prabowo terhadap kinerja para pembantunya di kabinet.

Menurut dia, Presiden Prabowo menuntut hasil kerja yang cepat dan maksimal untuk kepentingan rakyat.

Ia juga menyebut Prabowo meminta para menteri untuk menyesuaikan diri dengan ritme kerja dan ekspektasi yang tinggi.

Dalam pandangannya, hal itu menjadi tantangan tersendiri bagi jajaran Kabinet Merah Putih.

"Beliau ingin hasil kerja yang maksimal untuk rakyat. Standarnya tinggi," ujar Fahri.

Fahri yang juga Wakil Ketua Umum Partai Gelora itu menambahkan, Prabowo bukan tipe pemimpin yang otoriter, melainkan mengedepankan komunikasi dalam mengelola kabinet.

Ia menyebut Presiden lebih memilih pendekatan dialog dalam menyampaikan arahan kepada para menteri.

"Pak Prabowo itu bukan orang kejam, dia orangnya ngajak ngobrol," kata dia.

Dalam kesempatan itu, Fahri juga menyinggung sikap Prabowo terhadap laporan kinerja bawahannya.

Ia menyebut Presiden tidak menginginkan laporan yang tidak sesuai kondisi di lapangan atau yang bersifat "asal bapak senang".

Menurut Fahri, Prabowo menekankan pentingnya kejujuran data dalam pelaporan kinerja pemerintah.

Ia menyebut Presiden telah mengetahui adanya praktik pelaporan yang tidak sesuai fakta dan menegaskan tidak menginginkan hal tersebut terus terjadi.


"Jangan omon-omon, jangan asal bapak senang. Saya sudah tidak perlu itu lagi," kata Fahri menirukan Prabowo.

Fahri menilai, sikap tersebut mencerminkan keinginan Presiden untuk memastikan kebijakan pemerintah benar-benar berdampak pada pengentasan kemiskinan.

Ia menyebut Prabowo ingin meninggalkan warisan pemerintahan yang mampu menurunkan angka kemiskinan secara signifikan.

"Beliau ingin meninggal dalam keadaan rakyat miskin sudah tidak ada," ujar Fahri.*


(km/ad)

Editor
: Raman Krisna
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Pigai Duga Ada Skenario di Balik Pelaporan Feri Amsari dan Ubedilah Badrun ke Polisi: Seakan Pemerintah Prabowo Anti Kritik
Hasto Kristiyanto: Kita Kritik Pemerintah, Karena Cinta dan Sayang Tanah Air
Feri Amsari dan Ubedilah Dilaporkan ke Polisi, Menteri HAM Natalius Pigai: Kritik ke Pemerintah Tidak Bisa Dipidana
Mahyaruddin Salim Pimpin Takziah ke Rumah Duka Istri Eks Wali Kota Tanjungbalai, Sampaikan Duka Mendalam
Kahiyang Ayu Tekankan Peran UMKM sebagai Tulang Punggung Ekonomi, Dorong Tembus Pasar Nasional dan Ekspor
Payabakung United Juara Liga 4 Sumut Usai Tundukkan PS Kwarta Lewat Adu Penalti, Wagub Surya Serahkan Trofi
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru