PSI Buka Suara soal Laporan terhadap Jusuf Kalla: 1000 Persen Jokowi Tak Terlibat!
JAKARTA Polemik yang menyeret nama dua tokoh nasional kembali menghangat. Ahmad Ali memastikan bahwa Joko Widodo tidak memiliki kaitan a
POLITIK
JAKARTA — Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri menyerukan perlunya reformasi menyeluruh terhadap Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), termasuk penghapusan hak veto dan wacana pemindahan markas besar lembaga tersebut ke negara yang dianggap netral.
Ia menilai struktur PBB saat ini sudah tidak lagi relevan dengan dinamika global.
Pernyataan itu disampaikan Megawati dalam pidato kunci peringatan 71 tahun Konferensi Asia Afrika (KAA) di Sekolah Partai PDI-P, Jakarta Selatan, Sabtu, 18 April 2026.Baca Juga:
Dalam pidatonya, Presiden ke-5 RI itu mengaitkan gagasan reformasi PBB dengan pemikiran Presiden pertama RI Soekarno yang pada 1960 melalui pidato "To Build The World a New" telah menyerukan perlunya pembaruan tata kelola dunia dan kesetaraan antarbangsa.
"Kesetaraan antarbangsa menjadi agenda terbesar Bung Karno," ujar Megawati.
Ia menilai, struktur Dewan Keamanan PBB saat ini masih mencerminkan konfigurasi politik pasca-Perang Dunia II yang memberikan hak istimewa kepada negara-negara pemenang perang.
Kondisi tersebut, menurut dia, membuat sistem internasional berjalan tidak seimbang.
Megawati juga kembali mengangkat gagasan penghapusan hak veto yang dimiliki anggota tetap Dewan Keamanan PBB.
Ia menyebut hak tersebut sebagai salah satu bentuk ketimpangan dalam sistem global yang perlu ditinjau ulang.
"Bung Karno mengusulkan penghapusan hak veto yang dimiliki negara pemenang Perang Dunia II," kata Megawati.
Selain itu, ia mendorong adanya perubahan Piagam PBB yang lebih mencerminkan nilai-nilai universal, termasuk memasukkan prinsip Pancasila sebagai salah satu dasar dalam tata kelola global.
Megawati juga menilai perlunya reformasi kelembagaan PBB, termasuk wacana pemindahan markas besar organisasi tersebut ke lokasi yang lebih netral untuk menjaga independensi lembaga internasional itu dari pengaruh kekuatan besar dunia.
Dalam pandangannya, dunia membutuhkan pendekatan baru dalam mewujudkan perdamaian global.
Ia menyebut semangat Konferensi Asia Afrika, Gerakan Non-Blok, serta pidato Soekarno sebagai "kompas" untuk membangun tatanan dunia yang lebih setara.
"Dunia kini memerlukan pemikiran alternatif tentang bagaimana perdamaian dunia diwujudkan," ujarnya.
Megawati juga mendorong digelarnya Konferensi Asia Afrika Jilid II sebagai ruang strategis bagi negara-negara berkembang untuk memperkuat posisi dalam percaturan global.
"Pelaksanaan Konferensi Asia Afrika Jilid II sangat relevan," kata dia.*
(km/ad)
JAKARTA Polemik yang menyeret nama dua tokoh nasional kembali menghangat. Ahmad Ali memastikan bahwa Joko Widodo tidak memiliki kaitan a
POLITIK
JAKARTA Pemerintah menetapkan sejumlah kriteria bagi masyarakat yang berhak menerima program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) ata
NASIONAL
JAKARTA PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat kinerja positif Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sepanjang pekan perdagangan 1317 Apri
EKONOMI
JAKARTA Mantan Wakil Presiden RI Jusuf Kalla atau JK mempertanyakan mengapa isu ijazah Presiden ke7 RI Joko Widodo menjadi persoalan yang
POLITIK
JAKARTA Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan (PDIP), Hasto Kristiyanto, menyebut Ketua Umum Megawati Soekarnoputri menjadi salah satu rujuk
NASIONAL
JAKARTA Polemik sengketa lahan di kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat, kembali memanas setelah kedua pihak yang berkonflik samasama mengkl
NASIONAL
JAKARTA TNI Angkatan Laut (TNI AL) membenarkan adanya pergerakan kapal perang Amerika Serikat di kawasan Selat Malaka yang sebelumnya rama
NASIONAL
MEDAN Wakil Wali Kota Medan, Zakiyuddin Harahap, memaparkan sejumlah program unggulan Pemerintah Kota Medan dalam pertemuan dengan Komando
PEMERINTAHAN
JAKARTA Presiden Prabowo Subianto memberikan pembekalan kepada para Ketua DPRD seIndonesia dalam kegiatan retret yang digelar di Akademi
NASIONAL
JAKARTA Otoritas Jasa Keuangan (OJK) meminta PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk segera menuntaskan penyelesaian kasus yang menimpa nas
HUKUM DAN KRIMINAL