BREAKING NEWS
Jumat, 19 Juni 2026

Praka Rico Gugur di Lebanon, DPR Desak PBB Evaluasi Perlindungan Pasukan UNIFIL

Adelia Syafitri - Sabtu, 25 April 2026 15:13 WIB
Praka Rico Gugur di Lebanon, DPR Desak PBB Evaluasi Perlindungan Pasukan UNIFIL
Wakil Ketua Komisi I DPR RI Sukamta. (Foto: fraksi.pks)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA - Wakil Ketua Komisi I DPR RI Sukamta menyampaikan belasungkawa atas gugurnya prajurit TNI, Praka Rico Pramudia, yang bertugas dalam misi perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di Lebanon.

Sukamta menilai peristiwa ini harus menjadi perhatian serius, khususnya terkait perlindungan terhadap personel yang menjalankan misi perdamaian di wilayah konflik.

"Pengorbanan ini adalah bentuk nyata komitmen Indonesia dalam menjaga perdamaian dunia, sebagaimana amanat konstitusi," kata Sukamta dalam keterangannya, Sabtu (25/4/2026).

Baca Juga:

Ia mendorong agar PBB melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem perlindungan pasukan United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL), menyusul meningkatnya eskalasi konflik di wilayah tersebut.

"Kami mendorong Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk melakukan evaluasi terhadap mandat dan mekanisme perlindungan pasukan UNIFIL agar sesuai dengan realitas ancaman di lapangan," ujarnya.

Menurut Sukamta, serangan yang menimpa pasukan penjaga perdamaian menunjukkan bahwa kondisi keamanan di Lebanon selatan semakin memburuk dan membutuhkan perhatian lebih serius dari komunitas internasional.

Ia menegaskan bahwa perlindungan terhadap personel PBB harus menjadi prioritas utama dan tidak boleh diabaikan, termasuk dalam dinamika konflik yang melibatkan berbagai pihak di kawasan.

Selain itu, Sukamta juga mendorong adanya investigasi yang transparan dan akuntabel terkait insiden yang menewaskan Praka Rico, guna memastikan adanya kejelasan dan pertanggungjawaban.

Di sisi lain, pemerintah Indonesia diminta melakukan evaluasi menyeluruh terhadap aspek keamanan dan pola penugasan prajurit dalam misi perdamaian internasional.

"Pemerintah perlu melakukan peninjauan komprehensif terhadap aspek keamanan, kesiapan, dan pola penugasan prajurit, tanpa mengurangi komitmen Indonesia dalam menjaga stabilitas global," tegasnya.

Diketahui, Praka Rico Pramudia meninggal dunia setelah menjalani perawatan intensif hampir satu bulan akibat luka berat yang dideritanya dalam insiden serangan di wilayah Adchit Al Qusayr, Lebanon, pada 29 Maret 2026.

Insiden tersebut merupakan bagian dari rangkaian serangan terhadap pasukan UNIFIL yang terjadi pada akhir Maret hingga awal April, yang juga menyebabkan sejumlah prajurit TNI lainnya gugur dan terluka.

Dengan wafatnya Praka Rico, tercatat empat prajurit TNI gugur dalam misi UNIFIL dalam kurun waktu satu bulan terakhir.*

(k/dh)

Editor
: Nurul
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Lagi! Prajurit TNI Gugur dalam Misi UNIFIL di Lebanon, PBB Angkat Suara
Kopral Rico Pramudia Prajurit TNI Kontingen UNIFIL Gugur di Lebanon Usai Dirawat di RS Beirut
Gaduh Tarif Selat Malaka, Purbaya: Indonesia Tak Bisa Pungut Kapal Sembarangan
Indonesia Tegaskan Tidak Akan Kenakan Tarif di Selat Malaka, Menlu Singgung UNCLOS PBB
Isu Kelangkaan Dibantah, Wamenperin Sebut Stok Plastik Nasional Masih Sangat Aman
Megawati Ingatkan Pancasila Tak Cukup Dihafalkan, Tapi Harus Dihayati dalam Kehidupan Berbangsa
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru