BREAKING NEWS
Kamis, 18 Juni 2026

Gaji Pencuci Ompreng MBG Rp3,5 Juta, Lebih Tinggi dari Guru Honorer: BGN Buka Suara

Abyadi Siregar - Jumat, 01 Mei 2026 16:05 WIB
Gaji Pencuci Ompreng MBG Rp3,5 Juta, Lebih Tinggi dari Guru Honorer: BGN Buka Suara
Petugas pencuci peralatan dapur MBG. (Foto: Ist/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA - Pernyataan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, soal perbedaan upah pekerja program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan guru honorer menuai sorotan publik.

Isu ini mencuat setelah diketahui bahwa petugas pencuci peralatan dapur MBG menerima gaji lebih tinggi dibanding sebagian guru honorer.

Dadan mengakui adanya kritik dari masyarakat terkait ketimpangan tersebut.

Baca Juga:

Ia menyebut pekerja pencuci ompreng dalam program MBG digaji sekitar Rp2,4 juta hingga Rp3,5 juta per bulan, sementara guru honorer di sejumlah daerah hanya menerima kisaran Rp600 ribu hingga Rp800 ribu.

"Makanya kita diprotes banyak pihak karena gaji karyawan pencuci piring lebih tinggi dibanding guru honorer," kata Dadan.

Menurut dia, tenaga kerja dalam program MBG sebagian besar berasal dari kelompok masyarakat berpenghasilan rendah atau kategori desil 1 hingga 4 berdasarkan Data Terpadu Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).

Kelompok tersebut sebelumnya tercatat memiliki pendapatan di bawah Rp1 juta per bulan.

Dadan menilai, skema ini berdampak pada peningkatan pendapatan kelompok masyarakat tersebut.

Ia juga menyebut program MBG berkontribusi terhadap penurunan angka kemiskinan ekstrem di sejumlah daerah.

"Alhamdulillah mereka sekarang mulai meningkat pendapatannya," ujarnya.

Program MBG sendiri dijalankan melalui Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang kini terus diperluas di berbagai daerah.

Di Sulawesi Selatan misalnya, tercatat 836 unit SPPG telah beroperasi di 24 kabupaten/kota.

Setiap unit SPPG disebut menerima dana operasional sekitar Rp1 miliar per bulan, yang digunakan untuk kebutuhan bahan baku dan operasional dapur.

Sebagian besar dana tersebut dialokasikan untuk pembelian produk pertanian, peternakan, dan perikanan lokal.

Sementara itu, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Brian Yuliarto, mendorong keterlibatan perguruan tinggi dalam program MBG, khususnya dalam riset gizi, pangan, dan tata kelola program.

"Yang riset kita," ujarnya, seraya membuka peluang kampus menjadi bagian dari ekosistem SPPG.

Saat ini, pemerintah juga tengah mengusulkan tambahan ratusan unit SPPG baru untuk memperluas jangkauan program MBG di berbagai daerah.*


(tm/ad)

Editor
: Raman Krisna
0 komentar
Tags
beritaTerkait
May Day 2026, Wali Kota Rico Waas Beberkan 11 Janji untuk Kesejahteraan Buruh Medan
May Day 2026 di Medan: Buruh Geruduk Kantor Gubsu, Tagih Janji Bobby Nasution
Peringatan Hari Buruh di Labusel, UMSK 2026 Naik Jadi Rp3,74 Juta!
Puan Maharani Minta Negara Perkuat Perlindungan Buruh di Momen May Day 2026, Soroti Ancaman PHK dan Sistem Outsourcing
Prabowo Akan Bangun Fasilitas Daycare untuk Buruh di Kawasan Industri, Terintegrasi dengan Program Hunian Pekerja
Prabowo di Hadapan Buruh Tanyakan Program MBG Bermanfaat atau Tidak, Massa Kompak Jawab “Bermanfaat” di May Day 2026
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru