BREAKING NEWS
Minggu, 03 Mei 2026

Ultimatum Keras Mahasiswa ke Pemerintah usai Demo Hardiknas: Senin Kami Turun dengan Massa Lebih Besar!

Adelia Syafitri - Minggu, 03 Mei 2026 08:25 WIB
Ultimatum Keras Mahasiswa ke Pemerintah usai Demo Hardiknas: Senin Kami Turun dengan Massa Lebih Besar!
Aliansi mahasiswa yang terdiri dari BEM SI, BEM PTMAI, serta Sema PTKIN dalam aksi Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) di kawasan Medan Merdeka Selatan, Gambir, Jakarta Pusat, Sabtu, 2 Mei 2026. (foto: Ist/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA — Aliansi mahasiswa yang terdiri dari BEM SI, BEM PTMAI, serta Sema PTKIN memberikan ultimatum kepada pemerintah setelah menggelar aksi Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) di kawasan Medan Merdeka Selatan, Gambir, Jakarta Pusat, Sabtu, 2 Mei 2026.

Mahasiswa menuntut pemerintah segera merespons aspirasi mereka.

Jika tuntutan tidak ditanggapi, mereka mengancam akan kembali turun ke jalan pada Senin, 4 Mei 2026, dengan jumlah massa yang lebih besar.

Baca Juga:

"Pada hari ini kita mengultimatum pemerintah. Ketika tidak turun menemui massa hari ini, kita akan turun lagi di hari Senin dengan eskalasi yang lebih besar," kata Koordinator Pusat BEM PTMAI, Yogi Alaydrus kepada wartawan di lokasi aksi.

Soroti Anggaran Makan Bergizi Gratis (MBG)

Dalam aksi tersebut, mahasiswa menyoroti anggaran program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dinilai tidak sebanding dengan kesejahteraan tenaga pendidik.

Menurut Yogi, masih banyak guru di berbagai daerah yang menerima gaji rendah, bahkan di bawah standar kelayakan hidup.

"Banyak guru-guru kami yang hanya digaji Rp1 juta sampai Rp2 juta per bulan," ujarnya.

Mahasiswa juga menyoroti persoalan guru honorer yang dinilai belum terselesaikan meski pemerintah telah mengatur penghapusannya melalui regulasi aparatur sipil negara.

Tuntut Wajib Belajar 16 Tahun

Koordinator Pusat BEM SI, Muzammil Ihsan mengatakan revisi Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional menjadi tuntutan utama dalam aksi tersebut.

Mahasiswa meminta pemerintah memperluas kebijakan wajib belajar dari 12 tahun menjadi 16 tahun agar pendidikan tinggi dapat diakses masyarakat kurang mampu.

"Kami ingin pendidikan tinggi juga bisa diakses secara gratis bagi masyarakat yang membutuhkan," kata Muzammil.

Ia juga mengkritik beban administratif guru yang dinilai mengganggu fokus mereka dalam meningkatkan kualitas pembelajaran.

Sepuluh Tuntutan Mahasiswa

Aliansi mahasiswa menyampaikan 10 tuntutan utama kepada pemerintah, di antaranya:

- Reformasi tata kelola anggaran pendidikan
- Penghentian komersialisasi pendidikan
- Evaluasi regulasi pendidikan tinggi
- Pemerataan akses pendidikan berkualitas
- Peningkatan kesejahteraan guru
- Rehabilitasi sekolah rusak
- Transparansi anggaran pendidikan
- Revisi UU Sisdiknas
- Penguatan pendidikan karakter
- Kebijakan pendidikan berbasis data

Aksi tersebut sempat menyebabkan kepadatan arus lalu lintas di kawasan Medan Merdeka Selatan sebelum massa akhirnya membubarkan diri.

Mahasiswa menegaskan aksi lanjutan akan dilakukan apabila pemerintah tidak segera memberikan respons terhadap tuntutan mereka.*


(km/ad)

Editor
: Abyadi Siregar
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Viral! Siswa SMPN 1 Pantai Labu Buang MBG ke Jalan, Diduga Tak Layak Konsumsi
Misbakhun Ungkap Tujuan MBG: Tingkatkan Kualitas SDM Indonesia
Hardiknas 2026: SPK Soroti Rendahnya Gaji Dosen hingga Kritik Anggaran Pendidikan untuk MBG
Iuran BPJS Kesehatan Bakal Naik? Ini Penjelasan Pemerintah
Potongan Ojol Turun ke 8%, Benarkah Pendapatan Driver Naik? Ini Kata Ekonom
30 Ribu Lowongan Manajer Kopdes Dibuka, Ternyata Segini Gajinya!
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru